alexametrics
29.7 C
Jayapura
Monday, May 23, 2022

Alat Rapid Terbatas, Berkas Surat Izin Warga Terbengkalai

Penyemprotan Kendaraan di Pos Terpadu di Wosilimo Kabupaten Jayawijaya ( FOTO: Dok Relawan Covid Lapago)

WAMENA- Sejumlah warga Jayawijaya mengeluhkan l berkas -berkas mereka untuk mengajukan surat izin berangkat dan datang hingga saat ini masih terbengkalai, lantaran harus melakukan rapid test. Sementara stok rapid test saat ini menipis, dan Pemakb hanya memprioritaskan anak sekolah dan pasien  rujukan.

  Ketua Tim relawan Covid -19 Lapago Isak Wetipo mengaku dari pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah, bahwa untuk rapid test ini Bupati Jayawijaya menyumbangkan untuk Yalimo 1000 dan Ketua Asosiasi juga 1000,  sehingga menjadi 2000 itu untuk pemeriksaan warga yang melalui jalan darat.

Baca Juga :  Bupati Banua: 8 Persen Dana Desa Harus Dialokasikan untuk Stunting

   “Tetapi yang saya ketahui di lapangan masyarakat membutuhkan Rapid, berarti ini Bapak Bupati harus komunikasi kepada Tim bersangkutan dalam hal ini Tim kesehatan agar  kekurangannya bagian mana ini belum dikros cek baik, jadi perlu kembali survei dan Pak Bupati juga bisa melihat kinerja Tim loket.”ungkapnya Senin (21/7)kemarin

   Ia membeberkan jika tim Covid yang ada Tim Loket ini berkas dari warga yang memasukan permohonan surat ijin sudah kasih masuk, namun mereka tahan 1 sampai dua Minggu kedepan, hanya yang bisa naik itu emergensi, apalagi yang ia ketahui dari Jayapura mau naik ke Wamena pendaftaran sudah sampai 1000 lebih.

  “Kalau sampai 1000 lebih, berarti Minggu besok itu saya pastikan itu 2000, kira-kira solusi apa, karena hari ini masyarakat, apakah semua menggunakan jalan darat naik ke Wamena,”tegas Wetipo. (jo/tri)

Baca Juga :  Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar Belum Optimal
Penyemprotan Kendaraan di Pos Terpadu di Wosilimo Kabupaten Jayawijaya ( FOTO: Dok Relawan Covid Lapago)

WAMENA- Sejumlah warga Jayawijaya mengeluhkan l berkas -berkas mereka untuk mengajukan surat izin berangkat dan datang hingga saat ini masih terbengkalai, lantaran harus melakukan rapid test. Sementara stok rapid test saat ini menipis, dan Pemakb hanya memprioritaskan anak sekolah dan pasien  rujukan.

  Ketua Tim relawan Covid -19 Lapago Isak Wetipo mengaku dari pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah, bahwa untuk rapid test ini Bupati Jayawijaya menyumbangkan untuk Yalimo 1000 dan Ketua Asosiasi juga 1000,  sehingga menjadi 2000 itu untuk pemeriksaan warga yang melalui jalan darat.

Baca Juga :  Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar Belum Optimal

   “Tetapi yang saya ketahui di lapangan masyarakat membutuhkan Rapid, berarti ini Bapak Bupati harus komunikasi kepada Tim bersangkutan dalam hal ini Tim kesehatan agar  kekurangannya bagian mana ini belum dikros cek baik, jadi perlu kembali survei dan Pak Bupati juga bisa melihat kinerja Tim loket.”ungkapnya Senin (21/7)kemarin

   Ia membeberkan jika tim Covid yang ada Tim Loket ini berkas dari warga yang memasukan permohonan surat ijin sudah kasih masuk, namun mereka tahan 1 sampai dua Minggu kedepan, hanya yang bisa naik itu emergensi, apalagi yang ia ketahui dari Jayapura mau naik ke Wamena pendaftaran sudah sampai 1000 lebih.

  “Kalau sampai 1000 lebih, berarti Minggu besok itu saya pastikan itu 2000, kira-kira solusi apa, karena hari ini masyarakat, apakah semua menggunakan jalan darat naik ke Wamena,”tegas Wetipo. (jo/tri)

Baca Juga :  ASN Tolikara Sumbang APD Untuk Petugas Kesehatan Covid-19

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/