alexametrics
24.7 C
Jayapura
Sunday, July 3, 2022

Budaya Lokal Harus Dijaga Turun Temurun

Suasana FBLB pada hari ketiga, Jumat (9/8) kemari, Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo, S.Sos, MSi berharap  budaya lokal terus dipertahankan. ( FOTO : Denny/Cepos) 

FBLB 30 Tahun 2019 Resmi Ditutup

WAMENA – Pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke 30 Tahun 2019 resmi ditutup oleh Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo mewakili Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua. Sekda  berpesan agar budaya dan kebudayaan yang saat ini dimiliki harus dipertahankan dan diturunkan kepada anak –cucu agar kebiasaan adat ini tak hilang begitu saja.

   Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo mengatakan jika banyak kekayaan budaya dan seni lokal Indoensia yang hilang ditelan waktu. Banyak masyarakat terutama generasi muda yang secara perlahan melupakan budaya lokal dan beralih pada budaya konten porer yang lahir dari budaya-budaya lain.

  “Ini tentu merugikan generasi muda karena mereka kehilangan pondasi hidup. Kondisi itu mendorong pemerintah Jayawijaya untuk mengambil peran dalam menjaga kebudayaan suku dan sebagai salah satu budaya nusantara yang memiliki nilai-nilai budaya,”ungkapnya Jumat (9/8) kemarin.

   Sekda memastikan jika seni budaya yang ditampilkan dalam FBLB sesungguhnya adalah iven melindungi kearifan lokal budaya lokal di zaman modern ini dan untuk mengedukasi generasi muda Papua di wilayah pegunungan tengah untuk tetap mencintai budaya sebagai sebuh jati diri.

Baca Juga :  Bupati Jhon Kembali Pertanyakan Kualitas Jaringan Internet

   Ia mengharapkan dengan FBLB ini akan memberikan kesan tersendiri dan menambah pengetahuan  tentang keberagaman budaya nusantara yang sangat luar biasa dan beraneka raga serta bisa dipertahankan tanpa harus hilang karena budaya lain. 

  “Semoga pagelaran ini juga menjadi momen edukasi bagi generasi muda untuk secara konsisten mempertahankan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.”harap Walilo

  Sekda Walilo juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi yang selalu mendukung FBLB. Sehingga ia mengajak semua untuk turut serta mengambil bagian dalam pembangunan bangsa khususnya di Jayawijaya sesuai dengan moto Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo yang artinya hari esok harus lebih baik dari pada hari ini.

Baca Juga :  Ada Gejala Klinis, Tapi Belum Dipastikan Varian Delta

   Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jayawijaya Alpius Wetipo mengakui selama 3 hari pelaksanaan FBLB ini ada kegiatan pertunjukkan tarian perang –perangan yang dilakukan dari masyarakat yang tersebar di 40 Distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Di samping itu juga ada 5 pertunjukan dari 5 tamu dari Kabupaten tetangga, seperti Lanny Jaya dan Mamberamo Tengah juga ambil bagian dalam FBLB.

  “Kami sangat berterimakasih kepada para turis yang datang menyaksikan FBLB selama 3 hari dari hari pertama hingga pada penutupan hingga kegiatan ini bisa berlangsung dengan baik hingga selesai,”ujarnya

  Sebagai wujud terimakasih, lanjut Alpius, panitia juga akan melakukan tour gratis ke danau Habema pada Minggu (11/8) namun sebelumnya pada Sabtu (10/8) hari ini  ada karnaval yang dilakukan oleh pemda Jayawijaya di depan kantor Bupati Jayawijaya.(jo/tri)

Suasana FBLB pada hari ketiga, Jumat (9/8) kemari, Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo, S.Sos, MSi berharap  budaya lokal terus dipertahankan. ( FOTO : Denny/Cepos) 

FBLB 30 Tahun 2019 Resmi Ditutup

WAMENA – Pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke 30 Tahun 2019 resmi ditutup oleh Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo mewakili Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua. Sekda  berpesan agar budaya dan kebudayaan yang saat ini dimiliki harus dipertahankan dan diturunkan kepada anak –cucu agar kebiasaan adat ini tak hilang begitu saja.

   Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo mengatakan jika banyak kekayaan budaya dan seni lokal Indoensia yang hilang ditelan waktu. Banyak masyarakat terutama generasi muda yang secara perlahan melupakan budaya lokal dan beralih pada budaya konten porer yang lahir dari budaya-budaya lain.

  “Ini tentu merugikan generasi muda karena mereka kehilangan pondasi hidup. Kondisi itu mendorong pemerintah Jayawijaya untuk mengambil peran dalam menjaga kebudayaan suku dan sebagai salah satu budaya nusantara yang memiliki nilai-nilai budaya,”ungkapnya Jumat (9/8) kemarin.

   Sekda memastikan jika seni budaya yang ditampilkan dalam FBLB sesungguhnya adalah iven melindungi kearifan lokal budaya lokal di zaman modern ini dan untuk mengedukasi generasi muda Papua di wilayah pegunungan tengah untuk tetap mencintai budaya sebagai sebuh jati diri.

Baca Juga :  Jayawijaya Tambah 4 Orang Positif Covid -19

   Ia mengharapkan dengan FBLB ini akan memberikan kesan tersendiri dan menambah pengetahuan  tentang keberagaman budaya nusantara yang sangat luar biasa dan beraneka raga serta bisa dipertahankan tanpa harus hilang karena budaya lain. 

  “Semoga pagelaran ini juga menjadi momen edukasi bagi generasi muda untuk secara konsisten mempertahankan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.”harap Walilo

  Sekda Walilo juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi yang selalu mendukung FBLB. Sehingga ia mengajak semua untuk turut serta mengambil bagian dalam pembangunan bangsa khususnya di Jayawijaya sesuai dengan moto Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo yang artinya hari esok harus lebih baik dari pada hari ini.

Baca Juga :  New Normal, Penerbangan Masih Dibatasi 3 Kali dalam Seminggu

   Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jayawijaya Alpius Wetipo mengakui selama 3 hari pelaksanaan FBLB ini ada kegiatan pertunjukkan tarian perang –perangan yang dilakukan dari masyarakat yang tersebar di 40 Distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Di samping itu juga ada 5 pertunjukan dari 5 tamu dari Kabupaten tetangga, seperti Lanny Jaya dan Mamberamo Tengah juga ambil bagian dalam FBLB.

  “Kami sangat berterimakasih kepada para turis yang datang menyaksikan FBLB selama 3 hari dari hari pertama hingga pada penutupan hingga kegiatan ini bisa berlangsung dengan baik hingga selesai,”ujarnya

  Sebagai wujud terimakasih, lanjut Alpius, panitia juga akan melakukan tour gratis ke danau Habema pada Minggu (11/8) namun sebelumnya pada Sabtu (10/8) hari ini  ada karnaval yang dilakukan oleh pemda Jayawijaya di depan kantor Bupati Jayawijaya.(jo/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/