Friday, February 27, 2026
25.8 C
Jayapura

IPAK Apresiasi Gubernur MDF, Perempuan Asli Keerom Catat Sejarah di Birokrasi

KEEROM – Ketua Ikatan Perempuan Asli Keerom (IPAK), Ros Rode Muyasin, menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan sekaligus apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Provinsi Papua, Mathius D. Fakhiri (MDF), atas kepercayaan yang diberikan kepada salah seorang perempuan asli Keerom untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemerintahan Provinsi Papua.

Menurut Ros, kepercayaan tersebut merupakan momen bersejarah bagi Orang Asli Keerom, khususnya kaum perempuan, karena menjadi tonggak baru keterwakilan perempuan Keerom di level pemerintahan provinsi.

Hal ini disampaikan Ros Rode Muyasin didampingi Tokoh Perempuan Keerom Maria Dahay, Ketua Fraksi DPRK Pengangkatan yang juga senior IPAK Ana Maria Borotian, serta sejumlah anggota IPAK lainnya yakni Marta Pikindu, Yohana Meho, Foni Herlina Tuamis, dan Feronika Nauyagir, di Arso, Senin (23/2) malam.

Baca Juga :  DAK Keerom Siap Petakan Batas Wilayah Adat

Ros menegaskan, melalui IPAK, perempuan Keerom siap memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program dan kebijakan Gubernur Papua bersama Wakil Gubernur, Aryoko Rumaropen, dalam membangun Papua yang lebih maju, inklusif, dan berkeadilan.

“Sejak berdirinya Provinsi Papua, sejarah mencatat bahwa orang asli Keerom yang bekerja di birokrasi provinsi sangat terbatas,” ujar Ros

. Saat ini tercatat dua orang, dan yang terbaru adalah seorang perempuan asli Keerom satu-satunya yang dipercaya menduduki jabatan penting. Ini adalah kebanggaan besar bagi kami,” ujar Ros.

KEEROM – Ketua Ikatan Perempuan Asli Keerom (IPAK), Ros Rode Muyasin, menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan sekaligus apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Provinsi Papua, Mathius D. Fakhiri (MDF), atas kepercayaan yang diberikan kepada salah seorang perempuan asli Keerom untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemerintahan Provinsi Papua.

Menurut Ros, kepercayaan tersebut merupakan momen bersejarah bagi Orang Asli Keerom, khususnya kaum perempuan, karena menjadi tonggak baru keterwakilan perempuan Keerom di level pemerintahan provinsi.

Hal ini disampaikan Ros Rode Muyasin didampingi Tokoh Perempuan Keerom Maria Dahay, Ketua Fraksi DPRK Pengangkatan yang juga senior IPAK Ana Maria Borotian, serta sejumlah anggota IPAK lainnya yakni Marta Pikindu, Yohana Meho, Foni Herlina Tuamis, dan Feronika Nauyagir, di Arso, Senin (23/2) malam.

Baca Juga :  KPU Keerom Evaluasi Pilkada 2024, Perbaikan Demokrasi

Ros menegaskan, melalui IPAK, perempuan Keerom siap memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program dan kebijakan Gubernur Papua bersama Wakil Gubernur, Aryoko Rumaropen, dalam membangun Papua yang lebih maju, inklusif, dan berkeadilan.

“Sejak berdirinya Provinsi Papua, sejarah mencatat bahwa orang asli Keerom yang bekerja di birokrasi provinsi sangat terbatas,” ujar Ros

. Saat ini tercatat dua orang, dan yang terbaru adalah seorang perempuan asli Keerom satu-satunya yang dipercaya menduduki jabatan penting. Ini adalah kebanggaan besar bagi kami,” ujar Ros.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya