Tuesday, February 17, 2026
29.6 C
Jayapura

GKI Kembali Gelar Lokakarya Penerjemah Alkitab 6 Bahasa Daerah

BIAK- Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua kembali meggelar lokakarya penerjemahan Alkitab ke dalam 6 bahasa ibu (bahasa daerah), di Gereja GKI Elohim Snerbo Biak, Kamis (12/07). Adapun keenam bahasa daerah itu adalah bahasa Ambai, Ansus, Biak, Waropen, Wondama, dan Waya-Unat.

Lokakarya yang X ini melibatkan tim penerjemah dan konsultan (termasuk dari New Zeland dan Korea Selatan) diprakarsai oleh Badan Pengurus Gugus Penerjemah Alkitab Kuri Pasai GKI di Tanah Papua bekerja sama Yayasan Kartidaya.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Badan Pengurus Gugus Penerjemah Alkitab Kuri Pasai GKI di Tanah Papua, tim kerja dan seluruh mitra yang telah konsisten mengerjakan penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa ibu,” kata Bupati Biak Markus O. Mansnembra, SH.,MM ketika membuka lokakarya yang ke-10 itu.

Baca Juga :  Gereja Tidak Boleh Tutup Mata Terhadap Masalah Sosial

Dikatakan, lokakarya penerjemahan yang dilakukan saat ini, bukan sekadar tugas religius, tetapi juga merupakan langkah nyata dan konkrit dalam menjaga identitas budaya dan kearifan lokal di Tanah Papua, khususnya lagi di wilayah Teluk Cenderawasih.

Ia juga menyatakan, bahwa Alkitab dalam bahasa daerah adalah untuk memastikan bahwa generasi mendatang tetap mengenal bahasanya sendiri sambil tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Kristiani. Selain itu, terjemahan Alkitab Perjanjian Baru dan Lama kedalam bahasa daerah akan memudahkan jemaat akan lebih mendalami dan memahani pesan-pesan religius dari firman Tuhan.

BIAK- Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua kembali meggelar lokakarya penerjemahan Alkitab ke dalam 6 bahasa ibu (bahasa daerah), di Gereja GKI Elohim Snerbo Biak, Kamis (12/07). Adapun keenam bahasa daerah itu adalah bahasa Ambai, Ansus, Biak, Waropen, Wondama, dan Waya-Unat.

Lokakarya yang X ini melibatkan tim penerjemah dan konsultan (termasuk dari New Zeland dan Korea Selatan) diprakarsai oleh Badan Pengurus Gugus Penerjemah Alkitab Kuri Pasai GKI di Tanah Papua bekerja sama Yayasan Kartidaya.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Badan Pengurus Gugus Penerjemah Alkitab Kuri Pasai GKI di Tanah Papua, tim kerja dan seluruh mitra yang telah konsisten mengerjakan penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa ibu,” kata Bupati Biak Markus O. Mansnembra, SH.,MM ketika membuka lokakarya yang ke-10 itu.

Baca Juga :  Tujuh Tahun Lebih, Akhirnya Gedung Gereja GKI Sola Gratia Diresmikan

Dikatakan, lokakarya penerjemahan yang dilakukan saat ini, bukan sekadar tugas religius, tetapi juga merupakan langkah nyata dan konkrit dalam menjaga identitas budaya dan kearifan lokal di Tanah Papua, khususnya lagi di wilayah Teluk Cenderawasih.

Ia juga menyatakan, bahwa Alkitab dalam bahasa daerah adalah untuk memastikan bahwa generasi mendatang tetap mengenal bahasanya sendiri sambil tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Kristiani. Selain itu, terjemahan Alkitab Perjanjian Baru dan Lama kedalam bahasa daerah akan memudahkan jemaat akan lebih mendalami dan memahani pesan-pesan religius dari firman Tuhan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya