BIAK-Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menggunakan momen penerbangan perdana Wings Air rute Biak – Sorong, untuk sekaligus melakukan kunjungan kerja atau studi banding ke Kabupaten Raja Ampat, terkait dengan pengelolaan sektor pariwisata.
Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari sektor maupun budaya (banyak orang Biak di Raja Ampat). Selain itu, Raja Ampat dinilai kabupaten yang sukses dalam mengelola dan membranding destinasi wisata yang dimilikinya hingga mendunia.
Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM mengakui, kalau kesuksesan pariwisata Raja Ampat hingga mendunia tidak terlepasan dari keberhasilan dalam melakukan pengelolaan dengan baik, oleh karena itu Kabupaten Biak Numfor perlu belajar tentang hal ini.
“Harus akui kalau Raja Ampat berhasil membawa sektor pariwisatanya mendunia, oleh karena itu dimomen penerbangan perdana Wings Air kami manfaatkan untuk berkunjung ke sana, tujuannya adalah belajar bagaimana mengelola sektor wisata ini,” ujar Bupati Makur Mansnembra sebelumnya.
Dikatakan, potensi wisata bahari berbagai daya tariknya di Kabupaten Biak Numfor tidak jauh berbeda dengan daerah lainnya, termasuk Raja Ampat, misalnya dari sisi keindahan gugusan kepulauan. Hanya saja Kabupaten Biak Numfor dinilai masih kalah dari sisi pengelolaan dan melakukan branding melalui promosi.
“Pariwisata Raja Ampat sudah mendunia. Harapan kita kedepan, dengan adanya konektivitas dan pengalaman-pengalaman di dapatkan di studi banding Raja Ampat, pariwisata di Kabupaten Biak Numfor lebih baik kedepan,” ucapnya.
Dalam kunjungan ke Raja Ampat, Bupati Markus Mansnembra didampingi Ketua DPR
Kabupaten Biak Numfor Daniel Rumanasem dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).