Monday, March 2, 2026
27.4 C
Jayapura

Tarif dari Rp 100 Ribu hingga Rp 5 Juta Namun Masih Diburu

Namun, Ramadan menghadirkan sesuatu yang tidak bisa diukur dengan angka. “Kalau soal keuntungan, katering memang lebih menjanjikan. Tapi momentum Lebaran itu suasananya yang dikangenin. Rumah jadi penuh parsel, penuh stok barang. Kita bikin karya sendiri yang lucu, cantik, dan bagus. Itu rasanya beda,” tuturnya. Di rumah Anindya, aktivitas merangkai parsel menjadi pemandangan sehari-hari selama Ramadan. Kardus menumpuk dan pita warna-warni berserakan.

Bagi Anindya, bukan sekadar jual beli. Ada kebahagiaan tersendiri saat melihat hasil kreasinya menjadi bagian dari momen berbagi orang lain.Pelanggan terbesar datang dari kalangan perkantoran. Biasanya, perusahaan memesan dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada karyawan atau relasi bisnis.

Selain itu, permintaan juga datang dari keluarga yang ingin mengirimkan bingkisan kepada orang tua, saudara, atau sahabat. Jenis parsel pun menyesuaikan kebutuhan. Untuk kantor, paket makanan ringan atau sembako menjadi pilihan utama. Sementara untuk relasi pribadi, isi yang lebih personal seperti mukena, sajadah, atau peralatan keramik lebih diminati. “Kalau untuk orang tua atau keluarga, biasanya yang terasa lebih di hati,” ujar Anindya.

Baca Juga :  Harus Bisa Petakan Kebutuhan Masyarakat di Setiap Daerah

Harga yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp150 ribu untuk paket sederhana. Sedangkan parsel premium senilai Rp4 juta hingga Rp5 juta. Wilayah pengiriman masih didominasi Banjarbaru, Martapura, dan Banjarmasin. Namun, beberapa pesanan juga dikirim hingga ke Batulicin. Di balik ramainya pesanan, tantangan terbesar adalah soal ketersediaan barang. Anindya mengaku kerap menghadapi situasi ketika pelanggan memesan mendekati Lebaran, sementara stok yang tercantum di katalog sudah habis di pasaran.

Namun, Ramadan menghadirkan sesuatu yang tidak bisa diukur dengan angka. “Kalau soal keuntungan, katering memang lebih menjanjikan. Tapi momentum Lebaran itu suasananya yang dikangenin. Rumah jadi penuh parsel, penuh stok barang. Kita bikin karya sendiri yang lucu, cantik, dan bagus. Itu rasanya beda,” tuturnya. Di rumah Anindya, aktivitas merangkai parsel menjadi pemandangan sehari-hari selama Ramadan. Kardus menumpuk dan pita warna-warni berserakan.

Bagi Anindya, bukan sekadar jual beli. Ada kebahagiaan tersendiri saat melihat hasil kreasinya menjadi bagian dari momen berbagi orang lain.Pelanggan terbesar datang dari kalangan perkantoran. Biasanya, perusahaan memesan dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada karyawan atau relasi bisnis.

Selain itu, permintaan juga datang dari keluarga yang ingin mengirimkan bingkisan kepada orang tua, saudara, atau sahabat. Jenis parsel pun menyesuaikan kebutuhan. Untuk kantor, paket makanan ringan atau sembako menjadi pilihan utama. Sementara untuk relasi pribadi, isi yang lebih personal seperti mukena, sajadah, atau peralatan keramik lebih diminati. “Kalau untuk orang tua atau keluarga, biasanya yang terasa lebih di hati,” ujar Anindya.

Baca Juga :  Harus Bisa Petakan Kebutuhan Masyarakat di Setiap Daerah

Harga yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp150 ribu untuk paket sederhana. Sedangkan parsel premium senilai Rp4 juta hingga Rp5 juta. Wilayah pengiriman masih didominasi Banjarbaru, Martapura, dan Banjarmasin. Namun, beberapa pesanan juga dikirim hingga ke Batulicin. Di balik ramainya pesanan, tantangan terbesar adalah soal ketersediaan barang. Anindya mengaku kerap menghadapi situasi ketika pelanggan memesan mendekati Lebaran, sementara stok yang tercantum di katalog sudah habis di pasaran.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya