Wednesday, January 14, 2026
27.4 C
Jayapura

Sejak Kecil Suka Membela yang Lemah, Tewas Usai Menyuarakan Hak Pekerja

Jalan Panjang Marsinah dari Perjuangan Hingga Kehilangan Nyawa dan Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional

Terkadang suara yang lantang bisa berujung maut. Itu yang dirasa para pejuang sebelum reformasi maupun era awal reformasi. Konsekwensinya berat jika mengkritisi pemerintah atau kolega pemerintah. Marsinah menjadi suara perlawanan itu.

Laporan: Dinarsa Kurniawan

Setelah 32 tahun berlalu sejak wafatnya Marsinah, buruh perempuan asal Nganjuk itu akhirnya resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Pengumuman itu disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam upacara peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Senin (10/11).

Penetapan ini disambut penuh haru oleh para pekerja di Jawa Timur. Ketua SPSI Jatim, Ahmad Fauzi, menyebut momentum ini sebagai kemenangan moral bagi seluruh buruh Indonesia. “Bagi kami, ini bukan sekadar gelar. Ini pengakuan negara atas keberanian seorang buruh perempuan yang memperjuangkan keadilan tanpa rasa takut,” ujarnya.

Baca Juga :  Ibu yang Cemas Itu Gendong Anaknya Seberangi Sungai

Marsinah selama ini dikenal sebagai simbol perjuangan buruh dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Ia bekerja di pabrik arloji di Sidoarjo dan vokal memperjuangkan hak-hak pekerja di lingkungannya. Keteguhannya bertahan meskipun menghadapi intimidasi, membuat namanya terus hidup dalam ingatan kolektif gerakan buruh.

Fauzi menegaskan bahwa semangat Marsinah akan terus menjadi inspirasi bagi pekerja di Jawa Timur. Namun, ia menekankan bahwa perjuangan buruh hari ini tidak boleh mengorbankan keberlangsungan dunia usaha.

“Kita terus memperjuangkan kesejahteraan pekerja, tapi tetap harus selaras dengan kebutuhan industri. Keadilan sosial harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Selain Marsinah, dua tokoh besar asal Jawa Timur, yaitu, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan—juga menerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini.

Baca Juga :  Sejak Semester Awal Dibekali Kemampuan Wirausaha untuk Jadi Pengusaha

Jalan Panjang Marsinah dari Perjuangan Hingga Kehilangan Nyawa dan Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional

Terkadang suara yang lantang bisa berujung maut. Itu yang dirasa para pejuang sebelum reformasi maupun era awal reformasi. Konsekwensinya berat jika mengkritisi pemerintah atau kolega pemerintah. Marsinah menjadi suara perlawanan itu.

Laporan: Dinarsa Kurniawan

Setelah 32 tahun berlalu sejak wafatnya Marsinah, buruh perempuan asal Nganjuk itu akhirnya resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Pengumuman itu disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam upacara peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Senin (10/11).

Penetapan ini disambut penuh haru oleh para pekerja di Jawa Timur. Ketua SPSI Jatim, Ahmad Fauzi, menyebut momentum ini sebagai kemenangan moral bagi seluruh buruh Indonesia. “Bagi kami, ini bukan sekadar gelar. Ini pengakuan negara atas keberanian seorang buruh perempuan yang memperjuangkan keadilan tanpa rasa takut,” ujarnya.

Baca Juga :  Target Rp1 Triliun Tak Tercapai, Terkendala Infrastruktur dan Kepastian Lahan

Marsinah selama ini dikenal sebagai simbol perjuangan buruh dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Ia bekerja di pabrik arloji di Sidoarjo dan vokal memperjuangkan hak-hak pekerja di lingkungannya. Keteguhannya bertahan meskipun menghadapi intimidasi, membuat namanya terus hidup dalam ingatan kolektif gerakan buruh.

Fauzi menegaskan bahwa semangat Marsinah akan terus menjadi inspirasi bagi pekerja di Jawa Timur. Namun, ia menekankan bahwa perjuangan buruh hari ini tidak boleh mengorbankan keberlangsungan dunia usaha.

“Kita terus memperjuangkan kesejahteraan pekerja, tapi tetap harus selaras dengan kebutuhan industri. Keadilan sosial harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Selain Marsinah, dua tokoh besar asal Jawa Timur, yaitu, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan—juga menerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini.

Baca Juga :  Sejak Semester Awal Dibekali Kemampuan Wirausaha untuk Jadi Pengusaha

Berita Terbaru

Artikel Lainnya