Friday, February 20, 2026
25.2 C
Jayapura

Rumput Sintetis Mini Soccer Mulai “Mencuri” Panggung Futsal

Namun, harga selangit itu tak menyurutkan minat warga. “Kalau mau main Sabtu atau Minggu sore, kami harus pesan jauh-jauh hari sebelumnya. Kalau mendadak, pasti sudah penuh,” ujar Sujarwo salah satu penikmat mini soccer.

Kondisi berbanding terbalik dirasakan para pengelola lapangan futsal. Beberapa titik yang dulunya menjadi pusat keramaian kini mulai sepi pesanan.

Kursi penonton yang biasanya riuh, kini lebih sering kosong. Daya tarik bermain di lapangan terbuka dengan atmosfer menyerupai sepak bola lapangan besar tampaknya menjadi alasan utama banyak warga beralih haluan.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Papua, Daud Arim, mengakui adanya dampak nyata terhadap ekosistem futsal di Jayapura. Menurutnya, mini soccer adalah bagian dari sepak bola yang saat ini sedang berada di puncak popularitas karena sifatnya yang masih baru.

Baca Juga :  Dukung MBG, Minimal 20 % Dana Desa Untuk Ketahanan Pangan

Tapi Daud membenarkan bahwa banyak lapangan futsal yang mulai sepi karena orang-orang “hijrah” ke lapangan mini soccer. “Sebagai hal baru di Jayapura, mini soccer memiliki daya pikat yang tinggi bagi masyarakat yang ingin mencoba suasana berbeda,” ungkap Daud kepada Cenderawasih Pos, Kamis (12/2).

Sepinya futsal juga disinyalir karena belum adanya agenda turnamen besar yang memacu tim-tim untuk rutin berlatih di lapangan futsal. Meski saat ini mini soccer sedang di atas angin, AFP Papua tidak tinggal diam. Langkah strategis telah disiapkan untuk menarik kembali minat para pecinta futsal.

Namun, harga selangit itu tak menyurutkan minat warga. “Kalau mau main Sabtu atau Minggu sore, kami harus pesan jauh-jauh hari sebelumnya. Kalau mendadak, pasti sudah penuh,” ujar Sujarwo salah satu penikmat mini soccer.

Kondisi berbanding terbalik dirasakan para pengelola lapangan futsal. Beberapa titik yang dulunya menjadi pusat keramaian kini mulai sepi pesanan.

Kursi penonton yang biasanya riuh, kini lebih sering kosong. Daya tarik bermain di lapangan terbuka dengan atmosfer menyerupai sepak bola lapangan besar tampaknya menjadi alasan utama banyak warga beralih haluan.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Papua, Daud Arim, mengakui adanya dampak nyata terhadap ekosistem futsal di Jayapura. Menurutnya, mini soccer adalah bagian dari sepak bola yang saat ini sedang berada di puncak popularitas karena sifatnya yang masih baru.

Baca Juga :  Anggaran Rp 8 - 10 Miliar, Harusnya Bisa Menjawab Permasalahan di Kampung

Tapi Daud membenarkan bahwa banyak lapangan futsal yang mulai sepi karena orang-orang “hijrah” ke lapangan mini soccer. “Sebagai hal baru di Jayapura, mini soccer memiliki daya pikat yang tinggi bagi masyarakat yang ingin mencoba suasana berbeda,” ungkap Daud kepada Cenderawasih Pos, Kamis (12/2).

Sepinya futsal juga disinyalir karena belum adanya agenda turnamen besar yang memacu tim-tim untuk rutin berlatih di lapangan futsal. Meski saat ini mini soccer sedang di atas angin, AFP Papua tidak tinggal diam. Langkah strategis telah disiapkan untuk menarik kembali minat para pecinta futsal.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya