Sunday, March 1, 2026
27.4 C
Jayapura

Kirimkan Surat Cinta tanpa Kata untuk Presiden

Karya Tegar hadir di saat yang tepat. Lukisannya menjadi simbol dari perubahan yang tengah dirasakan sekolahnya. Melalui program hasil terbaik cepat (PHTC), SLB di pelosok Karanganyar ini mulai tersentuh modernisasi. Dari revitalisasi bangunan hingga program makan bergizi gratis.Bagi Tegar, fasilitas digital yang kini mulai masuk ke sekolahnya adalah “sayap” baru. “Saya ingin jadi pelukis dan animator profesional,” ucapnya penuh keyakinan.

Di matanya, teknologi bukan sekadar alat, melainkan jembatan untuk melintasi keterbatasan fisiknya. Fajar Riyanto menegaskan bahwa kisah Tegar adalah tamparan bagi siapa pun yang masih memandang anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan sebelah mata. “Mereka bukan objek belas kasihan, tapi subjek pembangunan. Ketika ABK diberi ruang, Indonesia akan berdaya,” tegasnya.

Baca Juga :  Anwar Usman Bakal Dilaporkan ke Dewan Kehormatan MK

Di atas kanvas yang dikirim ke Jakarta itu, Tegar tidak hanya melukis guratan wajah Presiden Prabowo. Ia sedang melukis masa depannya sendiri—sebuah masa depan di mana jemari tak lagi menjadi syarat untuk menciptakan keindahan, dan di mana kesempatan adalah hak bagi setiap anak bangsa yang berani bermimpi. (atn/bun)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Karya Tegar hadir di saat yang tepat. Lukisannya menjadi simbol dari perubahan yang tengah dirasakan sekolahnya. Melalui program hasil terbaik cepat (PHTC), SLB di pelosok Karanganyar ini mulai tersentuh modernisasi. Dari revitalisasi bangunan hingga program makan bergizi gratis.Bagi Tegar, fasilitas digital yang kini mulai masuk ke sekolahnya adalah “sayap” baru. “Saya ingin jadi pelukis dan animator profesional,” ucapnya penuh keyakinan.

Di matanya, teknologi bukan sekadar alat, melainkan jembatan untuk melintasi keterbatasan fisiknya. Fajar Riyanto menegaskan bahwa kisah Tegar adalah tamparan bagi siapa pun yang masih memandang anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan sebelah mata. “Mereka bukan objek belas kasihan, tapi subjek pembangunan. Ketika ABK diberi ruang, Indonesia akan berdaya,” tegasnya.

Baca Juga :  Penerbangan Jakarta-Solo Dikawal 8 Pesawat Tempur Usai Purna Tugas

Di atas kanvas yang dikirim ke Jakarta itu, Tegar tidak hanya melukis guratan wajah Presiden Prabowo. Ia sedang melukis masa depannya sendiri—sebuah masa depan di mana jemari tak lagi menjadi syarat untuk menciptakan keindahan, dan di mana kesempatan adalah hak bagi setiap anak bangsa yang berani bermimpi. (atn/bun)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya