alexametrics
24.7 C
Jayapura
Thursday, June 23, 2022

OJK Ingatkan Masyarakat Waspada Social Engineering

JAYAPURA- OJK menghimbau masyarakat untuk senantiasa  berhati-hati dan waspada terhadap kejahatan Social Engineering. Social Engineering atau Soceng adalah cara untuk mengelabui atau memanipulasi korban agar bisa mendapatkan informasi data pribadi atau akses yang diinginkan.

“Biasanya Soceng mempengaruhi pikiran korban melalui berbagai cara dan media yang persuasif dengan cara membuat korban senang atau panik sehingga korban tanpa sadar akan menjawab atau mengikuti instruksi pelaku”Ungkap  Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat Muhammad Ikhsan Hutahaean didampingi Mochammad Akbar selaku Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK), Kantor OJK Provinsi Papua dan Papua Barat. Pada kegiatan Bincang Media OJK Provinsi Papua dan Papua Barat.

Baca Juga :  Pastikan Stok Bapok Aman, DPRD Kota Jayapura Sidak Pusat Perbelanjaan

Muhammad Ikhsan Hutahaean menambahkan, terkait Soceng, ada empat (4) modus soceng yang marak dilakukan oleh para oknum yang tidak bertanggung-jawab, yaitu info perubahan tarif transfer bank, yakni penipu berpura-pura sebagai pegawai bank dan menyampaikan informasi perubahan tarif transfer bank kepada korban. Penipu meminta korban mengisi link formulir yang meminta data pribadi seperti PIN, OTP dan password.

“Kemudian tawaran menjadi nasabah prioritas penipu menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan segudang rayuan promosi. Penipu akan meminta korban memberikan data pribadi seperti Nomor Kartu ATM, PIN, OTP, Nomor CVV/CVC, dan password,”Ungkapnya.

Ditambahkan, akun layanan konsumen palsu akun media sosial palsu yang mengatasnamakan bank. Akun biasanya muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan. Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan ke website palsu pelaku atau meminta nasabah memberikan data pribadinya.

Baca Juga :  Pemanfaatan Cold Storage, Dinas Perikanan Masih Tunggu Perda

Berikutnya  tawaran menjadi agen laku pandai, penipu penawaran jasa menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan rumit. Penipu akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC.

Dalam menjalankan transaksi, petugas bank tidak akan meminta atau menanyakan password, PIN, MPIN, OTP atau data pribadi. Cek selalu keaslian telepon dan akun media sosial, email dan website bank.(dil/gin)

JAYAPURA- OJK menghimbau masyarakat untuk senantiasa  berhati-hati dan waspada terhadap kejahatan Social Engineering. Social Engineering atau Soceng adalah cara untuk mengelabui atau memanipulasi korban agar bisa mendapatkan informasi data pribadi atau akses yang diinginkan.

“Biasanya Soceng mempengaruhi pikiran korban melalui berbagai cara dan media yang persuasif dengan cara membuat korban senang atau panik sehingga korban tanpa sadar akan menjawab atau mengikuti instruksi pelaku”Ungkap  Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat Muhammad Ikhsan Hutahaean didampingi Mochammad Akbar selaku Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK), Kantor OJK Provinsi Papua dan Papua Barat. Pada kegiatan Bincang Media OJK Provinsi Papua dan Papua Barat.

Baca Juga :  FOX Hotel Akan Gelar Fashion Show Anak

Muhammad Ikhsan Hutahaean menambahkan, terkait Soceng, ada empat (4) modus soceng yang marak dilakukan oleh para oknum yang tidak bertanggung-jawab, yaitu info perubahan tarif transfer bank, yakni penipu berpura-pura sebagai pegawai bank dan menyampaikan informasi perubahan tarif transfer bank kepada korban. Penipu meminta korban mengisi link formulir yang meminta data pribadi seperti PIN, OTP dan password.

“Kemudian tawaran menjadi nasabah prioritas penipu menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan segudang rayuan promosi. Penipu akan meminta korban memberikan data pribadi seperti Nomor Kartu ATM, PIN, OTP, Nomor CVV/CVC, dan password,”Ungkapnya.

Ditambahkan, akun layanan konsumen palsu akun media sosial palsu yang mengatasnamakan bank. Akun biasanya muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan. Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan ke website palsu pelaku atau meminta nasabah memberikan data pribadinya.

Baca Juga :  Juli Budi Winantya Pimpin BI Perwaklan Papua

Berikutnya  tawaran menjadi agen laku pandai, penipu penawaran jasa menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan rumit. Penipu akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC.

Dalam menjalankan transaksi, petugas bank tidak akan meminta atau menanyakan password, PIN, MPIN, OTP atau data pribadi. Cek selalu keaslian telepon dan akun media sosial, email dan website bank.(dil/gin)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/