Saturday, January 17, 2026
27.5 C
Jayapura

Pemicu Inflasi di Kota Jayapura Masih Harga Tiket Pesawat

Aktivitas jual beli Ikan di TPID Hamadi, Senin (1/4) kemarin.( FOTO : Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Kota Jayapura pada Maret 2019 mengalami inflasi 0,26 persen. Kondisi tersebut berbeda dengan bulan sebelumnya yakni Kota Jayapura mengalami deflasi 0,03 persen.

 Kepala BPS BPS Provinsi Papua, Simon Sapari mengatakan, faktor pemicu terjadinya inflasi di Kota Jayapura masih dipicu kenaikan harga tiket pada angkutan udara. Kemudian disusul dengan kenaikan harga ikan seperti ikan ekor kuning, ikan cakalang dan sebagainya. 

 Sementara itu untuk Kabupaten Merauke selama Maret 2019 juga mengalami inflasi sebesar 0,31 persen. Inflasi tersebut cenderung lebih lambat dibandingkan kondisi bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 2,11 persen  dengan faktor pemicu adalah kenaikan harga komoditi pertanian.

“Melihat capaian inflasi di kedua kota tersebut, dapat kami simpulkan baha inflasi di Kota Jayapura dan Merauke masih relatif terkendali. Namun demikian berdasarkan hasil inflasi year on year khususnya di Kota Jayapura menunjukkan bahwa pemerintah perlu menjaga stabilitas harga dengan usaha ekstra,” ungkap Simon kepada Cenderawasih Pos, Senin (1/4) kemarin.

Baca Juga :  Harga Tomat Turun,  Cabai Rawit Tetap Rp 100 Ribu/kg

 Diakuinya, secara umum inflasi di Kota Jayapura masih didominasi oleh pengaruh penurunan harga pada kenaikan harga pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang memberikan andil sebesar 0,23 persen terhadap total inflasi di Kota Jayapura.

 Lanjutnya, Kota Jayapura jika dilihat perkembangan inflasi tahun berjalan yakni Maret 2019 mencapai 0,49 persen. Pencapaian ini lebih rendah dan terkendali dibandingkan Maret 2018 lalu yang mencapai 2,03 persen. Sedangkan di Merauke Inflasi tahun berjalan Maret 2019 mencapai -1,82 persen, pencapaian ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 1,87 persen. (ana/ary)

Aktivitas jual beli Ikan di TPID Hamadi, Senin (1/4) kemarin.( FOTO : Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Kota Jayapura pada Maret 2019 mengalami inflasi 0,26 persen. Kondisi tersebut berbeda dengan bulan sebelumnya yakni Kota Jayapura mengalami deflasi 0,03 persen.

 Kepala BPS BPS Provinsi Papua, Simon Sapari mengatakan, faktor pemicu terjadinya inflasi di Kota Jayapura masih dipicu kenaikan harga tiket pada angkutan udara. Kemudian disusul dengan kenaikan harga ikan seperti ikan ekor kuning, ikan cakalang dan sebagainya. 

 Sementara itu untuk Kabupaten Merauke selama Maret 2019 juga mengalami inflasi sebesar 0,31 persen. Inflasi tersebut cenderung lebih lambat dibandingkan kondisi bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 2,11 persen  dengan faktor pemicu adalah kenaikan harga komoditi pertanian.

“Melihat capaian inflasi di kedua kota tersebut, dapat kami simpulkan baha inflasi di Kota Jayapura dan Merauke masih relatif terkendali. Namun demikian berdasarkan hasil inflasi year on year khususnya di Kota Jayapura menunjukkan bahwa pemerintah perlu menjaga stabilitas harga dengan usaha ekstra,” ungkap Simon kepada Cenderawasih Pos, Senin (1/4) kemarin.

Baca Juga :  Kinerja Keuangan Terbaik, PLN Setor Dividen Rp2,19T dan Pajak Rp 35,33T

 Diakuinya, secara umum inflasi di Kota Jayapura masih didominasi oleh pengaruh penurunan harga pada kenaikan harga pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang memberikan andil sebesar 0,23 persen terhadap total inflasi di Kota Jayapura.

 Lanjutnya, Kota Jayapura jika dilihat perkembangan inflasi tahun berjalan yakni Maret 2019 mencapai 0,49 persen. Pencapaian ini lebih rendah dan terkendali dibandingkan Maret 2018 lalu yang mencapai 2,03 persen. Sedangkan di Merauke Inflasi tahun berjalan Maret 2019 mencapai -1,82 persen, pencapaian ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 1,87 persen. (ana/ary)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya