alexametrics
28.7 C
Jayapura
Saturday, May 21, 2022

Baru 11 Tahun, Banyak Kemajuan Dicapai Mamteng

BERI SAMBUTAN: Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, SH., M.Si., saat memberikan sambutan pada perayaan HUT Ke-11 Kabupaten Mamberamo Tengah di Lapangan Kobakma, Kamis (26/6) lalu. ( FOTO : Humas Pemkab Mamteng for Cepos)

KOBAKMA-Ribuan masyarakat dan aparat sipil negara (ASN) memperingati hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) ke-11. HUT Kabupaten Mamberamo Tengah sendiri jatuh pada tanggal 21 Juni.

HUT Kabupaten Mamberamo Tengah itu diperingati secara sederhana dengan menggelar  acara adat berupa bakar batu yang dipusatkan Lapangan Kobakma, Kamis (26/6) lalu.

Selain dihadiri ribu masyarakat dan ASN, syukuran HUT juga dihadiri Bupati Ricky Ham Pagawak, SH., M.Si., Sekda Mesir Yikwa, Forkopimda Kabupaten Mamteng, mantan Penjabat Bupati pertama, David Pagawak, tokoh agama dan adat.

Bupati Ricky Ham Pagawak dalam sambutannya mengakui, usia Kabupaten Mamberamo Tengah memang masih sangat muda. Meski masih muda namun dengan terobosan yang dibuat melalui kebijakan-kebijakan, maka Kabupaten Mamberamo Tengah kini bisa sejajar dengan kabupaten lain di wilayah pegunungan tengah.

Bahkan dengan terobosan itu, berbagai kemajuan bisa dicapai. Secara perlahan, kabupaten yang dulunya terisolasi karena hanya bisa dijangkau dengan pesawat, kini bisa lebih mudah dijangkau karena sudah ada jalan tembus hingga bisa menghubungkan Kabupaten Jayawijaya.

Baca Juga :  Ada 2.500 Unit Mobil Pribadi Luar Papua Beroperasi Selama PON

“Dengang tingkat kemahalan yang sangat tinggi, semen satu sak mencapai satu juta dua ratus ribu rupiah, namun seluruh perkantoran bisa dibangun permanen,” ungkap Bupati Ham Pagawak.

Di bidang kesehatan, pelayanan kesehatan juga mulai membaik. Sehingga Mamteng mendapat penghargaan sebagai kabupaten dengan pelayanan kesehatan terbaik di kawasan Pegunungan Tengah Papua.

Menurutnya, tidak hanya infrastruktur dan kesehatan saja, namun sektor-sektor lain juga terus digenjot. Seperti pendidikan, ekonomi, maupun keagamaan. Dimana hasilnya terlihat dan dirasakan masyarakat.     

Bupati dua periode ini menuturkan, apa yang sudah dicapai ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari semua pihak. Baik itu gereja, tokoh adat, maupun seluruh elemen masyarakat.

“Tentu dengan ulang tahun kesebelas ini, kami bersyukur kepada Tuhan, begitu pun dengan dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Bupati juga meminta semua elemen masyarakat, untuk terus memberikan dukungan kepadanya bersama wakil bupati dalam memimpin kabupaten ini.

Baca Juga :  Longsor di Jalan Yetti-Senggi- Mamberamo-Elelim Tutupi Badan Jala

“Masukan dari masyarakat, sangat penting bagi kami dalam membangun Kabupaten Mamberamo Tengah,” ucapnya.

Sebab baginya, dukungan berbagai elemen masyarakat sangat penting dalam membangun kabupaten Mamberamo Tengah menjadi lebih baik.

Bupati mengakui, walau masyarakat asli di Mamberamo Tengah yang terdiri dari lima suku yakni Lani, Yali, Walak, Gem dan Taborta dengan budaya dan karakter yang berbeda-beda, namun tetap bersatu memberikan dukungan bagi pembangunan di kabupaten ini. 

Dia berharap, persatuan dari lima suku ini terus dipertahankan, agar kabupaten ini tetap aman. Sehingga pembangunan dapat terus berjalan, dan hasilnya bisa dirasakan sendiri oleh seluruh masyarakat Mamberamo Tengah. 

Pada kesempatan itu, bupati menyampaikan terima kasih kepada pihak gereja yang sudah ikut terlibat bagi terbentuknya kabupaten Mamberamo Tengah.

 “Gereja mempunyai andil besar sehingga kabupaten ini bisa berdiri dengan memberikan rekomendasi,maka kabupten ini bisa seperti sekarang ini” imbuhnya.(Humas/reis/nat)

BERI SAMBUTAN: Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, SH., M.Si., saat memberikan sambutan pada perayaan HUT Ke-11 Kabupaten Mamberamo Tengah di Lapangan Kobakma, Kamis (26/6) lalu. ( FOTO : Humas Pemkab Mamteng for Cepos)

KOBAKMA-Ribuan masyarakat dan aparat sipil negara (ASN) memperingati hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) ke-11. HUT Kabupaten Mamberamo Tengah sendiri jatuh pada tanggal 21 Juni.

HUT Kabupaten Mamberamo Tengah itu diperingati secara sederhana dengan menggelar  acara adat berupa bakar batu yang dipusatkan Lapangan Kobakma, Kamis (26/6) lalu.

Selain dihadiri ribu masyarakat dan ASN, syukuran HUT juga dihadiri Bupati Ricky Ham Pagawak, SH., M.Si., Sekda Mesir Yikwa, Forkopimda Kabupaten Mamteng, mantan Penjabat Bupati pertama, David Pagawak, tokoh agama dan adat.

Bupati Ricky Ham Pagawak dalam sambutannya mengakui, usia Kabupaten Mamberamo Tengah memang masih sangat muda. Meski masih muda namun dengan terobosan yang dibuat melalui kebijakan-kebijakan, maka Kabupaten Mamberamo Tengah kini bisa sejajar dengan kabupaten lain di wilayah pegunungan tengah.

Bahkan dengan terobosan itu, berbagai kemajuan bisa dicapai. Secara perlahan, kabupaten yang dulunya terisolasi karena hanya bisa dijangkau dengan pesawat, kini bisa lebih mudah dijangkau karena sudah ada jalan tembus hingga bisa menghubungkan Kabupaten Jayawijaya.

Baca Juga :  83 Atlet PON XX Positif Covid-19

“Dengang tingkat kemahalan yang sangat tinggi, semen satu sak mencapai satu juta dua ratus ribu rupiah, namun seluruh perkantoran bisa dibangun permanen,” ungkap Bupati Ham Pagawak.

Di bidang kesehatan, pelayanan kesehatan juga mulai membaik. Sehingga Mamteng mendapat penghargaan sebagai kabupaten dengan pelayanan kesehatan terbaik di kawasan Pegunungan Tengah Papua.

Menurutnya, tidak hanya infrastruktur dan kesehatan saja, namun sektor-sektor lain juga terus digenjot. Seperti pendidikan, ekonomi, maupun keagamaan. Dimana hasilnya terlihat dan dirasakan masyarakat.     

Bupati dua periode ini menuturkan, apa yang sudah dicapai ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari semua pihak. Baik itu gereja, tokoh adat, maupun seluruh elemen masyarakat.

“Tentu dengan ulang tahun kesebelas ini, kami bersyukur kepada Tuhan, begitu pun dengan dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Bupati juga meminta semua elemen masyarakat, untuk terus memberikan dukungan kepadanya bersama wakil bupati dalam memimpin kabupaten ini.

Baca Juga :  Ada 2.500 Unit Mobil Pribadi Luar Papua Beroperasi Selama PON

“Masukan dari masyarakat, sangat penting bagi kami dalam membangun Kabupaten Mamberamo Tengah,” ucapnya.

Sebab baginya, dukungan berbagai elemen masyarakat sangat penting dalam membangun kabupaten Mamberamo Tengah menjadi lebih baik.

Bupati mengakui, walau masyarakat asli di Mamberamo Tengah yang terdiri dari lima suku yakni Lani, Yali, Walak, Gem dan Taborta dengan budaya dan karakter yang berbeda-beda, namun tetap bersatu memberikan dukungan bagi pembangunan di kabupaten ini. 

Dia berharap, persatuan dari lima suku ini terus dipertahankan, agar kabupaten ini tetap aman. Sehingga pembangunan dapat terus berjalan, dan hasilnya bisa dirasakan sendiri oleh seluruh masyarakat Mamberamo Tengah. 

Pada kesempatan itu, bupati menyampaikan terima kasih kepada pihak gereja yang sudah ikut terlibat bagi terbentuknya kabupaten Mamberamo Tengah.

 “Gereja mempunyai andil besar sehingga kabupaten ini bisa berdiri dengan memberikan rekomendasi,maka kabupten ini bisa seperti sekarang ini” imbuhnya.(Humas/reis/nat)

Artikel SebelumnyaEnam Daerah Jadi Perhatian Kodam
Artikel SelanjutnyaLuciano di Ujung Tanduk

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/