Adapun perayaan tahun Baru Imlek di Vihara Arya Dharma berlangsung meriah, dimana para tamu yang hadir dari berbagai golongan dan latar belakang yang hadir disunggukan dengan pertunjukan barongsai, tarian khas masyarakat Tionghoa. Dilain sudut, terlihat tamu yang datang belakangan tanpak buru-buru tak ingin meninggal momentum tersebut. Meski demikian setiap tamu yang datang memberi penghormatan dan mengucapkan “Gong Xie Fat Cai” sebagai simbol doa, harapan, kemakmuran dan keharmonisan.
Umat berdatangan dengan menggunakan pakaian yang cukup unik warna warni, tak sedikit yang mengenakan pakaian berwarna merah, elegan yang dipercayai membawa kemakmuran dan keberuntungan serta mengusir erti negatif dan roh jahat. Perayaan kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan datangnya Tahun Kuda Api, sebuah kombinasi langka yang hanya muncul sekali setiap 60 tahun. Kuda Api diyakini membawa energi keberanian, semangat tinggi, serta dorongan kuat untuk maju.
Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang menambah nuansa kebersamaan, mencerminkan harmoni sosial yang terjalin di Papua. Tahun Kuda Api diprediksi membawa perubahan besar dalam karier, hubungan, dan keuangan. Namun, energi kuat ini perlu diimbangi dengan kebijaksanaan agar tidak menimbulkan tekanan emosional atau konflik. Bagi komunitas Tionghoa di Jayapura, semangat keberanian dan inovasi yang dibawa Kuda Api menjadi harapan baru untuk menatap masa depan dengan optimisme.
Dengan semaraknya perayaan Imlek 2026, Jayapura menunjukkan wajah keberagaman yang indah. Kehangatan kebersamaan dan semangat spiritualitas menjadi pesan utama bahwa perbedaan budaya justru memperkaya harmoni kehidupan masyarakat Papua dan Indonesia. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Adapun perayaan tahun Baru Imlek di Vihara Arya Dharma berlangsung meriah, dimana para tamu yang hadir dari berbagai golongan dan latar belakang yang hadir disunggukan dengan pertunjukan barongsai, tarian khas masyarakat Tionghoa. Dilain sudut, terlihat tamu yang datang belakangan tanpak buru-buru tak ingin meninggal momentum tersebut. Meski demikian setiap tamu yang datang memberi penghormatan dan mengucapkan “Gong Xie Fat Cai” sebagai simbol doa, harapan, kemakmuran dan keharmonisan.
Umat berdatangan dengan menggunakan pakaian yang cukup unik warna warni, tak sedikit yang mengenakan pakaian berwarna merah, elegan yang dipercayai membawa kemakmuran dan keberuntungan serta mengusir erti negatif dan roh jahat. Perayaan kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan datangnya Tahun Kuda Api, sebuah kombinasi langka yang hanya muncul sekali setiap 60 tahun. Kuda Api diyakini membawa energi keberanian, semangat tinggi, serta dorongan kuat untuk maju.
Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang menambah nuansa kebersamaan, mencerminkan harmoni sosial yang terjalin di Papua. Tahun Kuda Api diprediksi membawa perubahan besar dalam karier, hubungan, dan keuangan. Namun, energi kuat ini perlu diimbangi dengan kebijaksanaan agar tidak menimbulkan tekanan emosional atau konflik. Bagi komunitas Tionghoa di Jayapura, semangat keberanian dan inovasi yang dibawa Kuda Api menjadi harapan baru untuk menatap masa depan dengan optimisme.
Dengan semaraknya perayaan Imlek 2026, Jayapura menunjukkan wajah keberagaman yang indah. Kehangatan kebersamaan dan semangat spiritualitas menjadi pesan utama bahwa perbedaan budaya justru memperkaya harmoni kehidupan masyarakat Papua dan Indonesia. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q