Monday, March 23, 2026
29.7 C
Jayapura

Waspada, Ratusan Ibu Hamil Terjangkit Sifilis

JAYAPURA  Sifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang paling serius di seluruh dunia, termasuk di Indonesia sendiri. Sifilis yang menular dari ibu hamil ke janin disebut sebagai sifilis kongenital. Pada sebagian besar kasus, sifilis ditularkan dari ibu ke bayi selama kehamilan sedangkan sang ibu biasanya mendapat imbas dari sang suami.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengatakan bahwa tren kasus Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) tahun 2024 mengalami kenaikan. Tahun 2022, ibu hamil (Bumil) yang dites sifilis sebanyak 1.864 yang positif HIV 8 orang dan positif sifilis 39 orang, sedangkan untuk Tahun 2023 yang positif HIV dan sifilis alami peningkatan yakni, positif HIV 18 dan positif sifilis 96 dari 1.531 yang dites sifilis.

Baca Juga :  Wagub Papua Selatan: Dinas Pertanian Papua Selatan "Sedang Sakit "

“Trend terakhir pada tahun 2024, peningkatan dua kasus ini makin mentereng, dimana yang positif HIV 110 dan positif sifilis 114 dari 977 yang dilakukan tes,” ujar Kadinkes Kesehatan Kota Jayapura saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Sabtu (15/2). Pada ibu hamil, infeksi juga berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi janin tidak normal, bahkan kematian pada bayi. Oleh karena itu, kondisi ini perlu didiagnosis dan diobati sedini mungkin.

“Untuk itu saya sarankan ibu hamil tidak boleh menganggap remeh sifilis ini, karena jika dibiarkan maka akan dikwatirkan janin bayi saat lahir bisa jadi positif HIV,” ungkapnya.

Dirinya berharap perlu ada kesadaran dari para ibu dikota Jayapura untuk rutin lakukan tes sejak dini agar tidak menjadi lebih parah.

Baca Juga :  Tempat Wisata yang Nyaman dan Murah jadi Pilihan Warga di Akhir Pekan

“Peran suami dan keluarga juga sangat penting untuk kasi pemahaman yang baik agar bayi saat lahir bisa sehat,” tuturnya.

Menurutnya, semua Puskesmas di Kota Jayapura telah menyediakan layanan untuk mengecek virus ini juga termasuk HIV Aids, diharapkan masyarakat bisa dengan mandiri datang untuk dilakukan pemeriksaan.

Sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang menyebar melalui hubungan seksual dengan penderita raja singa. Bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui melalui kontak fisik dengan luka di tubuh penderita.(kim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA  Sifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang paling serius di seluruh dunia, termasuk di Indonesia sendiri. Sifilis yang menular dari ibu hamil ke janin disebut sebagai sifilis kongenital. Pada sebagian besar kasus, sifilis ditularkan dari ibu ke bayi selama kehamilan sedangkan sang ibu biasanya mendapat imbas dari sang suami.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengatakan bahwa tren kasus Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) tahun 2024 mengalami kenaikan. Tahun 2022, ibu hamil (Bumil) yang dites sifilis sebanyak 1.864 yang positif HIV 8 orang dan positif sifilis 39 orang, sedangkan untuk Tahun 2023 yang positif HIV dan sifilis alami peningkatan yakni, positif HIV 18 dan positif sifilis 96 dari 1.531 yang dites sifilis.

Baca Juga :  Usai Dilantik, Diharap Akomodir Aspirasi Masyarakat

“Trend terakhir pada tahun 2024, peningkatan dua kasus ini makin mentereng, dimana yang positif HIV 110 dan positif sifilis 114 dari 977 yang dilakukan tes,” ujar Kadinkes Kesehatan Kota Jayapura saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Sabtu (15/2). Pada ibu hamil, infeksi juga berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi janin tidak normal, bahkan kematian pada bayi. Oleh karena itu, kondisi ini perlu didiagnosis dan diobati sedini mungkin.

“Untuk itu saya sarankan ibu hamil tidak boleh menganggap remeh sifilis ini, karena jika dibiarkan maka akan dikwatirkan janin bayi saat lahir bisa jadi positif HIV,” ungkapnya.

Dirinya berharap perlu ada kesadaran dari para ibu dikota Jayapura untuk rutin lakukan tes sejak dini agar tidak menjadi lebih parah.

Baca Juga :  Pilkada Papua Menggambarkan Bobroknya Demokrasi

“Peran suami dan keluarga juga sangat penting untuk kasi pemahaman yang baik agar bayi saat lahir bisa sehat,” tuturnya.

Menurutnya, semua Puskesmas di Kota Jayapura telah menyediakan layanan untuk mengecek virus ini juga termasuk HIV Aids, diharapkan masyarakat bisa dengan mandiri datang untuk dilakukan pemeriksaan.

Sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang menyebar melalui hubungan seksual dengan penderita raja singa. Bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui melalui kontak fisik dengan luka di tubuh penderita.(kim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya