Sementara itu, meski telah dibersihkan dalam waktu beberapa hari terakhir ini, namun kawasan Kampung Nelayan Distrik Jayapura Selatan ternyata masih dipenuhi dengan sampah plastik.
Sampah ini kebanyakan dihasilkan dari lokasi pemukiman maupun pasar di sekitar lokasi. Warga di sekitar juga berulang kali diingatkan, tapi ternyata sampah selalu ada. Kondisi ini membuat perairan di sekitar Kampung Nelayan terlihat kurang enak dipandang.
Apalagi sampah – sampah ini ada juga yang menumpuk di bagian bawah rumah. “Agak kurang enak dipandang. Pokoknya laut kalau kotor itu tidak menarik, karena orang datang itu pasti ingin melihat lautnya bersih dan tanpa sampah. Tapi tadi kami dengar bahwa sudah dibersihkan tapi sampah selalu ada,” kata Ikbal Asra, salah satu pegiat lingkungan di Jayapura, saat mengecek persiapan festival di Kampung Nelayan, Kamis (4/7).
Mirisnya lagi selain banyak sampah plastic, ternyata ada juga isi perut ikan yang dibuang begitu saja. Ini dikatakan semakin membuat kondisi tidak enak dipandang. “Agak miris karena ternyata plastik es batu ini mirip dengan ubur – ubur, dimana makanan penyu adalah ubur – ubur dan bisa saja yang dimakan nantinya justru plastik es batu ini,” bebernya.
Iapun berpikir bahwa ada baiknya dari para peserta lomba yang akan dimainkan di lokasi festival ini juga berisi soal kritikan terhadap lingkungan yang kotor. “Mengkritisi langsung di tempat masalah. Toh sebenarnya tempat sampah ini sudah disiapkan tapi kok masih saja ada yang jatuh atau terbuang ke laut. Artinya ada perilaku yang salah disini,” imbuhnya. (ade/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos