Monday, March 16, 2026
25 C
Jayapura

Bantuan Kemiskinan Ekstrim Ditransfer ke Rekening Penerima

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi memastikan bahwa pemerintah sudah siap untuk menyalurkan bantuan kepada warga di 5 Distrik yang masuk dalam kategori kemiskinan esktrem. Masyarakat yang berhak menerima, diharapkan langsung membuka rekening di bank, karena bantuan akan ditranfer lewat rekening bank.

   “Saat ini rekening sudah disiapkan, sehingga kita tinggal luncurkan bantuan itu masuk kepada setiap warga yang menerima, bantuan tersebut dari Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya,” ungkapnya Kamis (9/12) kemarin.

  Menurut Bupati, bantuan bagi masyarakat yang tergolong miskin ekstrem ini sebesar Rp 300 ribu/bulan, namun dibayarkan langsung untuk 3 bulan, sehingga masyarakat mendapatkan Rp 900 ribu ditransfer langsung ke rekening dan tidak diterima secara tunai.

Baca Juga :  Wagub Papua Selatan Temui Warga Matandi yang Terkena Banjir Rob

  “Kami tidak antar -antar bantuan ini ke distrik, tetapi melalui rekening. Karena saya minta dana yang disalurkan ini langsung ke tangan warga yang menerimam, bukan melalui perantara sehingga tidak ada potongan sana-sini,” tegas Jhon Banua.

   Sementara  terkait dana desa, Bupati mengaku sekarang ini sedang diproses semua. Diharapan minggu depan sudah direalisasikan ke 328 kampung dari 40 Distrik yang ada di Jayawijaya  bersamaan dengan bantuan langsung tunai (BLT).

   “Ini merupakan dana desa yang tahap terakhir untuk dicairkan ke kampung -kampung untuk tahun ini, sehingga tidak ada lagi sisanya semua akan disalurkan,”jelasnya

   Sebelumnya Kepala Dinas Sosial Nikolas Itlay menyatakan terkait dengan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem ada  5 distrik yang menjadi Lokus dari penanggulangannya, yakni Wesaput, Wouma, Bolakme, Asologaima dan Usilimo.

Baca Juga :  Salurkan Beras Bantuan Kepada 38.825 Kepala Keluarga di 40 Distrik

  “Kami dari Dinas Sosial ada sumber dana dari Otsus Papua untuk melakukan pelayanan yang bisa dialihkan ke penanganan terhadap Kemiskinan Ekstrem di 5 Distrik yang menjadi Lokus permasalahan itu.” jelasnya. (jo/tri)

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi memastikan bahwa pemerintah sudah siap untuk menyalurkan bantuan kepada warga di 5 Distrik yang masuk dalam kategori kemiskinan esktrem. Masyarakat yang berhak menerima, diharapkan langsung membuka rekening di bank, karena bantuan akan ditranfer lewat rekening bank.

   “Saat ini rekening sudah disiapkan, sehingga kita tinggal luncurkan bantuan itu masuk kepada setiap warga yang menerima, bantuan tersebut dari Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya,” ungkapnya Kamis (9/12) kemarin.

  Menurut Bupati, bantuan bagi masyarakat yang tergolong miskin ekstrem ini sebesar Rp 300 ribu/bulan, namun dibayarkan langsung untuk 3 bulan, sehingga masyarakat mendapatkan Rp 900 ribu ditransfer langsung ke rekening dan tidak diterima secara tunai.

Baca Juga :  Khawatir Konflik Suku Meluas, Pemkab Tolikara Diminta Bergerak Cepat

  “Kami tidak antar -antar bantuan ini ke distrik, tetapi melalui rekening. Karena saya minta dana yang disalurkan ini langsung ke tangan warga yang menerimam, bukan melalui perantara sehingga tidak ada potongan sana-sini,” tegas Jhon Banua.

   Sementara  terkait dana desa, Bupati mengaku sekarang ini sedang diproses semua. Diharapan minggu depan sudah direalisasikan ke 328 kampung dari 40 Distrik yang ada di Jayawijaya  bersamaan dengan bantuan langsung tunai (BLT).

   “Ini merupakan dana desa yang tahap terakhir untuk dicairkan ke kampung -kampung untuk tahun ini, sehingga tidak ada lagi sisanya semua akan disalurkan,”jelasnya

   Sebelumnya Kepala Dinas Sosial Nikolas Itlay menyatakan terkait dengan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem ada  5 distrik yang menjadi Lokus dari penanggulangannya, yakni Wesaput, Wouma, Bolakme, Asologaima dan Usilimo.

Baca Juga :  DPRD Jayawijaya Bakal Ambil Bagian dalam Pengasawan Pengelolaan Dana Desa

  “Kami dari Dinas Sosial ada sumber dana dari Otsus Papua untuk melakukan pelayanan yang bisa dialihkan ke penanganan terhadap Kemiskinan Ekstrem di 5 Distrik yang menjadi Lokus permasalahan itu.” jelasnya. (jo/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya