

AKBP I. Komang Yuwandi Sastra (foto: Karel/Cepos)
JAYAPURA–Subdirektorat I Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua memastikan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Papua dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah/2026.
Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Papua AKBP I Komang Yuwandi Sastra mengatakan, berdasarkan data Perum Bulog, ketersediaan beras di Papua mencukupi kebutuhan masyarakat untuk dua bulan ke depan.
“Stok beras berdasarkan data dari Bulog masih aman. Artinya, untuk dua bulan ke depan stok beras di Papua dipastikan mencukupi. Tim kami juga setiap hari turun ke lapangan untuk memastikan ketersediaan tersebut,” ujarnya, Kamis (29/1).
Selain stok yang tersedia saat ini, Papua juga akan menerima tambahan pasokan beras sekitar 5.000 ton yang akan didatangkan dari Sulawesi dan Jawa Timur dalam waktu dekat.
“Belum lagi nanti ada dropping beras dari Sulawesi dan Jawa Timur sekitar 5.000 ton yang akan digeser ke Papua. Jadi seharusnya stok beras aman dan tidak ada masalah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memang fokus mempersiapkan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat, termasuk di Papua. Karena itu, koordinasi terus dilakukan antara aparat, Bulog, dan instansi terkait.
AKBP Komang juga mengajak media untuk turut berperan menyampaikan informasi kepada masyarakat serta melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.
“Kalau kami selalu siap. Kapan saja dibutuhkan untuk penyaluran, kami siap. Personel sudah ada di daerah-daerah, pos-pos juga siap, gudang-gudang filial Bulog juga siap. Kami juga turun langsung mengecek harga di lapangan,” katanya.
Terkait pemantauan harga, ia memastikan hingga saat ini harga beras di Papua masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan belum ditemukan lonjakan harga.
“Sejauh ini harga masih sesuai HET dan kami pastikan hingga Lebaran nanti harga tetap sesuai ketentuan,” tegasnya.
Page: 1 2
Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…
Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…
Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…
Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…
Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…
Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…