Categories: NASIONAL

Rahasia Tasbih Alam: Mengapa Manusia Tak Mampu Mendengarnya?

Lentera Ramadan

HAMPARAN alam semesta yang demikian luas sejatinya bukan sekadar ruang tanpa makna. Di balik langit yang menjulang dan bumi yang terbentang, tersimpan jejak-jejak keagungan Allah SWT, Dzat Yang Maha Mengetahui segala yang tampak maupun tersembunyi. Setiap unsur kehidupan, baik yang terlihat oleh mata maupun yang luput dari jangkauan indra, bergerak dalam keteraturan yang memuji dan mengagungkan-Nya.

Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada dalam satu kesatuan harmoni yang senantiasa bertasbih kepada Sang Pencipta, meski bahasa tasbih tersebut tidak dapat dipahami oleh manusia. Sebagaimana firman Allah SWT: “Tujuh langit, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra’ [17]: 44).

Jika ditelusuri lebih dalam, alam ini bukanlah sekadar kumpulan materi yang diam. Ia ibarat simfoni besar yang terus bergema dalam dzikir kepada Allah. Setiap gerak, setiap perubahan, hingga setiap getaran di jagat raya adalah bagian dari irama pujian kepada-Nya. Langit yang tampak kokoh pun digambarkan hampir terbelah karena keagungan Allah.Di sisi lain, para malaikat tidak pernah berhenti memuji-Nya, seraya memohonkan ampun bagi manusia yang hidup di bumi.

Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya: “Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Allah), dan para malaikat bertasbih memuji Tuhannya serta memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi.” (QS. Asy-Syuura [42]: 5). Apa yang selama ini dipahami sebagai fenomena alam, sejatinya memiliki dimensi spiritual yang mendalam.

Suara guruh yang menggelegar di langit, misalnya, bukan sekadar peristiwa fisika, melainkan bagian dari tasbih kepada Allah SWT. Demikian pula para malaikat, yang dengan penuh rasa takut dan tunduk, ikut mengagungkan-Nya tanpa henti. Allah SWT berfirman: “Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, demikian pula para malaikat karena takut kepada-Nya.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 13).

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Isu Penghentian Rekrutmen CPNS Diklarifikasi

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…

5 hours ago

Ikan Sapu-sapu “Serang” Danau Sentani?

Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…

6 hours ago

Papua Krisis Tenaga Laboratorium Medik

Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…

7 hours ago

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

8 hours ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

9 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

10 hours ago