

Pj Walikota Jayapura saat melakukan sidak di pasar tradisional Hamadi, Rabu (3/4). (FOTO: Mboik/Cepos)
JAYAPURA– Pemerintah Kota Jayapura melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan perkembangan harga barang komoditi di pasar tradisional dan pasar modern di Kota Jayapura, satu minggu menjelang hari raya Idul Fitri 2024.
Dari hasil pengawasan yang dilakukan, secara umum memang harga-harga barang kebutuhan pokok terutama Sembako di pasar tradisional Hamadi, jadi salah satu sampel, terlihat masih normal. Namun ada beberapa komoditi dan barang kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan.
“Secara umum dari pantauan kami hari ini, di pasar tradisional pasar modern dan di Perum Bulog, khusus harga barang-barang bahan pangan itu relatif stabil secara umum,” kata Frans Pekey, Rabu (3/4).
Dari hasil wawancara dengan Ibu Hasmah, salah satu pedagang menjelaskan, harga cabai saat ini bervariasi, cabai kecil harga 45 ribu perkilo gram, kemudian harga ayam ukuran 2 kg 60 ribu, 3 kg 70- 75 ribu. Sementara itu, telur Surabaya harganya berkisar Rp 70 ribu sampai Rp 72 ribu, tergantung ukurannya,
“Telur mulai naik juga, sebelumnya harga jualnya 65 ribu per rak. Kemudian untuk bawang merah dan putih, masih stok lama, harganya sama 50 ribu per Kg. Kalau cabai keriting Rp 70 ribu/Kg, cabai besar Rp 50 ribu/Kg,” ungkapnya.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…