

Pengurus Lembaga Komunikasi Masyarakat Papua Bersatu (LKMPB) berfoto dengan narasumber diskusi, Prof Hetaria disela – sela kegiatan di Sekretarian LKMPB di Tasangka, Polimak, Kamis (28/3). (FOTO:Gamel/Cepos)
JAYAPURA-Lembaga Komunikasi Masyarakat Papua Bersatu (LKMPB) nampaknya benar-benar tengah mempersiapkan segala sesuatu jelang pelaksanaan perekrutan anggota DPR Kabupaten yang akan dilakukan di tingkat kabupaten kota di seluruh provinsi di Tanah Papua. Ini terungkap dari hasil diskusi yang dibahas oleh PKMPB dengan melibatkan akademisi Prof Dr M Hetaria pada Kamis (28/3).
Disini dibahas dua hal yakni draf kajian Perdasus 10 persen Alokasi Anggaran Otsus Papua Panji Pekabaran Injil Tuhan di Tanah Papua dan Sosialisasi Kursi Pengangkatan Anggota DPRP dan DPRK Unsur OAP pasca Putusan MK Nomo 41-PUU/XVII/2019.
Ketua PKMPB, Krisman Dedi Fonataba menjelaskan bahwa pihaknya juga membahas soal regulasi kursi pengangkatan DPRP dan DPRK diseluruh tanah Papua. Regulasi ini dikatakan merujuk nomor perkara yang pernah diajukan ke MP dan kemudian diadopsi oleh Pansus DPR RI pada 15 Juli 2001 ke dalam UU Nomor 2 tahun 2001 perubahan kedua atas UU Nomor 21 tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua.
“Saat perkara kami diadopsi disitu menghilangkan ketentuan ayat 1 dan 2 sehingga tidak muncul frasa parpol lokal pada jilid II tadi dan setelah regulasi ini berjalan terjadi sinkronisasi pada kaidah hukum,” kata Kris Fonataba di secretariat PKMPB di Tasangka, Jayapura.
Iapun mempertegas bahwa semua putusan pada UU 21 tahun 2001 itu otomatis gugur demi hukum sebab sudah ada perubahan kedua.
“Saya menyampaikan bahwa 6 gubernur di tanah Papua perlu memberikan ruang khusus kepada Lembaga KMPB sebab tanpa ada Parpol Lokal dan melahirkan putusan MK Nomor 41 maka sudah dipastikan saat ini orang Papua tidak bisa mendapatkan kursi pengangkatan. Ada buah perjuangan kami disitu,” imbuhnya.
Page: 1 2
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…
Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…