

Petugas SAR saat menyusuri bantaran Kali Uwe mencari korban yang hanyut. Rencanannya hari ini akan dilakukan pencarian kembali sampai ke Muara Kali Baliem. (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA – Warga Lanny Jaya akan melakukan pencarian terhadap 26 korban jiwa yang belum ditemukan dengan menelusuri pinggiran Kali Uwe hingga sampai di Muara Kali Baliem, Senin (11/5) hari ini. Oleh karena itu, warga Kurima yang ada Wouma diharapkan mundur guna menghindari konflik. Hal ini terungkap dalam rapat terbatas Pemkab Jayawijaya bersama Polres Lanny Jaya, Polres Jayawijaya, LMA Lanny Jaya, LMA Jayawijaya, DPRK Jayawijaya dan pengurus Gereja Baptis agar seluruh korban yang hanyut tersebut bisa segera ditemukan.
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan mengganggu perekonomian di Jayawijaya, sehingga dilakukan pertemuan mendadak. Hasil pertemuan, disepakati jika hari Senin ini keluarga dari Lanny Jaya akan mencari keluarganya dari TKP jembatan hingga ke muara Kali Baliem.
“Kami minta kepada keluarga Kurima yang ada di Wouma untuk tidak membuat gerakan tambahan atau memicu konflik, agar keluarga dari Lanny Jaya bisa fokus mencari 26 korban yang belum ditemukan,” ungkapnya di kantor Bupati Jayawijaya, Minggu (10/5)
Insiden putusnya jembatan gantung ini sangat luar biasa, karena banyak memakan korban jiwa. Meski sebagian sudah ada yang ditemukan, namun sebagian besar belum diketahui keberadaannya. Oleh karena itu, warga dari Lanny Jaya akan turun sendiri untuk mencari bersama aparat ke bantaran Kali Uwe.
“Saya mohon kepada keluarga dari Wouma dan Kurima untuk menahan diri, sebab moment besok ini biarkan keluarga dari Lanny Jaya mencari sanak keluarganya yang hanyut,” kata Ronny
Di tempat yang sama Kapolres Lanny Jaya AKBP. F.D Tamaila menyatakan pihaknya dari kepolisian berharap proses pencarian seperti yang telah disepakati dan disampaikan, jika besok warga dari Lanny Jaya akan menyisir bantaran kali Uwe mencari keluarganya yang belum ditemukan.
“Kami berharap saudara warga dari Kurima yang ada di Wouma tolong menghargai itu, artinya jangan berada disekitar situ sehingga bisa memicu emosi dan juga bisa menahan diri dan biarkan warga Lanny Jaya mencari keluarganya di bantaran kali Uwe hingga ke Muara,” jelasnya
Mantan Wakapolres Jayawijaya menyebut dalam pencarian itu tentunya ada teriakan -teriakan yang dikeluarkan masyarakat yang diyakini memanggil arwah dari para korban ini untuk timbul ke permukaan. Jangan sampai hal ini memicu ketersinggungan hingga memicu teriakan balasan yang memicu konflik. Pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan Polres Jayawijaya akan berupaya memberikan rasa aman baik kepada yang melakukan pencarian maupun yang tinggal di sekitar situ.
“Kami dari Lanny Jaya hanya belasan personel yang ke Wamena, kami turun ke Wamena untuk memberikan pemahaman dan merangkul warga kami untuk tidak melakukan tindakan yang tak terpuji. Kami yakin kekuatan Polres Jayawijaya dan teman -teman disini solid untuk melakukan penagamanan,” pungkas Tamaila.
Sementara itu, Ketua LMA Jayawijaya Herman Doga mengaku berdasarkan kesepakatan dan demi keamanan semua hanya fokus mencari para korban yang belum ditemukan, sehingga warga Kurima yang ada di Wouma agar tak berada di Kali Baliem.
Page: 1 2
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…
Enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Tanah Papua berkumpul di…
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…
Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…