

Bupati Jayawijaya saat membagikan bantuan pangan kepada mahasiswa jayawijaya di jayapura (5)
Pemkab Jayawijaya Minta Polda Papua Tambah Personel
WAMENA – Kedua kelompok massa yang bertikai, baik dari Lanny Jaya dan Kurima hingga saat ini masih terus saling jaga di wilayah masing-masing. Bahkan massa dari dua kelompok ini terus berdatangan ke Wamena dengan membawa sejumlah alat tajam tradisional, sehingga memicu kekhawatiran pemerintah daerah dan meminta tambahan perkuatan pasukan dari Polda Papua.
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan untuk mengantisipasi hal -hal yang negatif dan bisa berdampak kepada masyarakat umum, Pemkab Jayawijaya meminta bantuan dari Polda Papua untuk bisa menambah personel kepolisian di Wamena.
“Kami melihat apabila personel dari Polres Jayawijaya dan Lanny Jaya itu terbatas, sehingga memang perlu adanya penambahan dari Polda Papua untuk membantu pengamanan di wilayah Jayawijaya,” ungkapnya Senin (11/5)
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan. Sebab terlihat warga dari Kabupaten Lanny Jaya ini terus masuk ke wilayah Jayawijaya dengan membawa alat tajam atau peralatan perang tradisional seperti busur, panah, parang, hal ini juga sama dengan yang dilakukan masyarakat Kurima.
“Tiap hari ratusan orang masuk dengan alat perang baik dari Lanny Jaya maupun Kurima, hal ini bisa memicu perang besar yang akan berdampak kepada masyarakat kami di Jayawijaya secara umum,” tegasnya
Dikatakan, untuk saat ini pengamanan hanya dilakukan oleh Polres Jayawijaya dan beberapa personel dari Polres Lanny Jaya. Namun jumlah massa yang terus datang ke Wamena ini semakin banyak, sehingga memang perlu mengantisipasi hal -hal negatif yang bisa memicu konflik dengan skala besar dan dampaknya kepada masyarakat secara umum.
“Kami pemerintah daerah hanya mengantisipasi jangan sampai terjadi perang dengan skala besar yang berdampak kepada masyarakat Jayawijaya secara umum, oleh karena itu, perlu adanya penambahan personel pengamanan,” kata Ronny Elopere
Ia juga menambahkan, sampai dengan saat ini, Pemkab Jayawijaya masih terus intens melakukan koordinasi dengan para tokoh dari kedua kelompok massa,
agar sama -sama bisa menahan diri. Namun untuk menahan lajunya jumlah masa dari Kurima maupun Lanny Jaya yang masuk ke Wamena ini belum bisa dilakukan.
“Sebagai ibukota Papua Pegunungan, Jayawijaya sebagai pusat pemerintahan dan barometer pertumbuhan perekonomian di wilayah ini, sehingga tidak boleh ada perang -perang seperti ini yang berimbas pada lumpuhnya aktifitas ekonomi masyarakat, dan juga harus bisa diselesaikan dengan baik,” tutupnya. (jo/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Situasi di dalam Auditorium Uncen mendadak panik saat kelompok demonstran menerobos masuk tanpa izin.…
Jayapura Fair yang berlangsung di Lapangan PTC Entrop, Senin (17/8) malam, menjadi bagian dari…
Tim Persipura Jayapura kembali menjadwalkan laga ujicoba untuk mengukur kemampuan Boaz Solossa dan kawan-kawan selama…
Tim gabungan Polres Mimika membekuk tersangka sebelum akhirnya diterbangkan kembali ke Timika untuk menjalani proses…
Pembangunan fisik Patung Yesus di Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom kini telah rampung…
Plt Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan Otsus Papua merupakan instrumen penting dalam…