Categories: METROPOLIS

Rakyat Papua di Tengah Kedidakpastian Otsus

JAYAPURA – Setelah lebih dari dua dekade (sejak 2001) diberlakukan, Otonomi Khusus (Otsus) Papua dinilai belum sepenuhnya berhasil mengatasi masalah keterisolasian dan ketimpangan di Papua. Meskipun dana Otsus yang dikucurkan telah mencapai ratusan triliun, banyak wilayah di Papua, khususnya di daerah pedalaman dan pegunungan, masih mengalami kesulitan akses transportasi, infrastruktur dasar, pendidikan, dan kesehatan.

Papua seakan masih dihadapkan pada pembangunan yang sulit diabaikan. Pada tahun anggaran 2026, pemerintah pusat kembali menunjukkan komitmennya dengan menetapkan alokasi dana Otsus Papua sebesar Rp 12,69 triliun, meningkat sekitar Rp2,6 triliun dibandingkan tahun 2025. Skema pendanaan ini diperkuat melalui kebijakan yang bersumber dari 2,25% Dana Alokasi Umum (DAU) nasional, guna menjamin keberlanjutan fiskal jangka panjang. Namun, besarnya alokasi anggaran tersebut belum berbanding lurus dengan capaian pembangunan.

Kondisi ini pun mendapatkan sorotan serius dari para akademisi. Kepada Cenderawasih Pos, Dosen Hukum Universitas STEKOM Semarang Sekaligus Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP, menyampaikan bahwa Papua masih dihadapkan pada ironi pembangunan yang sulit diabaikan.
Data menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua masih berada di posisi terbawah secara nasional, yakni berada pada kisaran 60,62, jauh di bawah rata-rata nasional yang telah mencapai 74,39 (Badan Pusat Statistik, 2024).

Di sisi lain, tingkat kemiskinan di Papua masih berada di kisaran 26–27 persen, jauh di atas rata-rata nasional berdasarkan data Badan Pusat Statistik, 2024. Sementara rata-rata lama sekolah masih sekitar 6–7 tahun, tertinggal dari capaian nasional (Badan Pusat Statistik, 2023).

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

14 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

15 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

16 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

17 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

18 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

19 hours ago