Categories: BERITA UTAMA

13 Tahun Melayani Sebagai Sopir Justru Berakhir Tragis

Mengarah ke Kodap III Ndugama

JAYAPURA– Tiga hari setelah insiden dibunuhnya seorang sopir lajuran, Aris Sanda, hingga kini pihak Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya, Batalyon B Satbrimobda Papua dan Satgas Koops TNI Habema masih menyelidiki dari kelompok mana para pelaku.

Korban ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraan yang hangus terbakar di kawasan Jalan Poros Habema Kilometer 32, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (16/9). Kendaraan tersebut ditemukan berada di bibir jurang dengan kedalaman sekitar 13 meter dari bahu jalan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban berangkat dari Ilekma menuju Mbua dengan membawa bahan kebutuhan pokok dan sembilan penumpang. Sekitar pukul 08.30 WIT, rombongan diduga dihadang kelompok bersenjata di kawasan Habema, Selasa (15/9). Laporan mengenai kejadian tersebut kemudian diterima aparat dari masyarakat yang merupakan penumpang angkutan lajuran.

“Pada malam hari kita lakukan penyisiran. Namun karena kabut tebal, kita belum menemukan posisi kendaraan tersebut. Yang kita temukan hanya sisa-sisa barang milik para penumpang yang tertinggal,” ujar Yusuf, Rabu (16/9). Penyisiran dilanjutkan pada Rabu pagi oleh Satgas Koops TNI Habema. Tim kemudian menemukan kendaraan dalam kondisi hangus terbakar di bibir jurang. Di dalam kendaraan ditemukan jenazah korban.

Aparat kepolisian selanjutnya melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan olah tempat kejadian perkara dengan dukungan pengamanan perimeter dari Satgas Koops TNI Habema.  Dari lokasi, petugas menemukan satu selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta sebuah tas berisi identitas korban.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk menjalani pemeriksaan visum luar oleh dokter dan tenaga medis. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.  Menurut Yusuf, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian tersebut. Informasi mengenai dugaan keterlibatan kelompok bersenjata tertentu juga masih didalami.

“Salah satu informasi yang sedang kami dalami mengarah kepada kelompok Kodap III Ndugama yang berada di sekitar lokasi. Namun informasi tersebut masih harus didalami dan diverifikasi lebih lanjut,” katanya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

2 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

3 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

3 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

4 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

4 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

5 hours ago