

Korban ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraan yang hangus terbakar di kawasan Jalan Poros Habema Kilometer 32, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (16/9).
Mengarah ke Kodap III Ndugama
JAYAPURA– Tiga hari setelah insiden dibunuhnya seorang sopir lajuran, Aris Sanda, hingga kini pihak Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya, Batalyon B Satbrimobda Papua dan Satgas Koops TNI Habema masih menyelidiki dari kelompok mana para pelaku.
Korban ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraan yang hangus terbakar di kawasan Jalan Poros Habema Kilometer 32, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (16/9). Kendaraan tersebut ditemukan berada di bibir jurang dengan kedalaman sekitar 13 meter dari bahu jalan.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban berangkat dari Ilekma menuju Mbua dengan membawa bahan kebutuhan pokok dan sembilan penumpang. Sekitar pukul 08.30 WIT, rombongan diduga dihadang kelompok bersenjata di kawasan Habema, Selasa (15/9). Laporan mengenai kejadian tersebut kemudian diterima aparat dari masyarakat yang merupakan penumpang angkutan lajuran.
“Pada malam hari kita lakukan penyisiran. Namun karena kabut tebal, kita belum menemukan posisi kendaraan tersebut. Yang kita temukan hanya sisa-sisa barang milik para penumpang yang tertinggal,” ujar Yusuf, Rabu (16/9). Penyisiran dilanjutkan pada Rabu pagi oleh Satgas Koops TNI Habema. Tim kemudian menemukan kendaraan dalam kondisi hangus terbakar di bibir jurang. Di dalam kendaraan ditemukan jenazah korban.
Aparat kepolisian selanjutnya melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan olah tempat kejadian perkara dengan dukungan pengamanan perimeter dari Satgas Koops TNI Habema. Dari lokasi, petugas menemukan satu selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta sebuah tas berisi identitas korban.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk menjalani pemeriksaan visum luar oleh dokter dan tenaga medis. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Menurut Yusuf, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian tersebut. Informasi mengenai dugaan keterlibatan kelompok bersenjata tertentu juga masih didalami.
“Salah satu informasi yang sedang kami dalami mengarah kepada kelompok Kodap III Ndugama yang berada di sekitar lokasi. Namun informasi tersebut masih harus didalami dan diverifikasi lebih lanjut,” katanya.
Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…
Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…
Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…
Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…
Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…
Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…