

Alberth Merauje (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA–Kondisi Pasar di Perbatasan Indonesia–Papua New Guinea (PNG) di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, mendapat sorotan Anggota c IV DPR Papua, Alberth Merauje. Pasar yang dibangun pemerintah melalui Kementerian PUPR dengan anggaran sekitar Rp70,24 miliar pada 2016–2018 itu dinilai belum dikelola dan dirawat secara maksimal.
Sorotan tersebut disampaikan Alberth saat mengunjungi kawasan perbatasan RI–PNG, Kamis (17/9). Ia melihat sejumlah fasilitas pasar mulai rusak dan kawasan terlihat kurang tertata. “Pedagang mengeluh soal air dan penataan pasar. Sangat miris, pasar ini ada di lintas batas tetapi kondisinya semrawut. Padahal pedagang membayar iuran setiap bulan,” kata Alberth.
Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi bahwa transaksi di pasar dapat mencapai miliaran rupiah setiap kali dibuka. Karena itu, pemerintah diminta mengelolanya secara profesional agar berdampak pada ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah.
Alberth juga mendorong agar pasar tidak hanya dibuka tiga kali dalam sepekan, tetapi dikembangkan menjadi pusat perdagangan sekaligus wisata perbatasan. Produk khas Papua seperti noken, makanan lokal, pakaian dan cenderamata dapat dipasarkan di kawasan tersebut.
Page: 1 2
Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…
Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…
Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…
Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…
Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…
Keberagaman ini menurutnya harus dipelihara sebagai modal dasar untuk membangun tatanan sosial yang adil…