Categories: METROPOLIS

Kondisi Fiskal Papua Makin Berat Pasca Pembentukan DOB

Gubernur Papua Dorong Pembagian Manfaat SDA yang Adil Antar Provinsi

JAYAPURA-Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menyoroti kondisi fiskal Papua induk yang dinilai semakin berat pasca pemekaran daerah otonom baru (DOB) di tanah Papua.

Menurutnya, Papua kini kehilangan sebagian sumber penerimaan daerah, termasuk dana bagi hasil dari sektor pertambangan yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pendapatan daerah.

“Kami berharap revisi regulasi Otonomi Khusus benar-benar memberi kepastian fiskal daerah. Kalau dana Otsus diatur kuat dalam Undang-Undang, maka daerah tidak terlalu terdampak ketika kondisi fiskal nasional terganggu,” kata Fakhiri di sela Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (11/5).

Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski terjadi perubahan struktur pemerintahan dan pembagian wilayah pasca DOB. Selain itu, ia juga mendorong adanya skema pembagian manfaat sumber daya alam yang lebih adil antarprovinsi di tanah Papua. Menurutnya, hasil sumber daya alam di Papua seharusnya dapat dirasakan bersama oleh seluruh provinsi agar pembangunan tidak terpusat hanya pada daerah penghasil.

“Kalau ada tambang atau sumber penghasil di salah satu provinsi Papua, idealnya manfaatnya dirasakan bersama oleh seluruh provinsi di tanah Papua supaya pembangunan berjalan seimbang,” ujarnya.

Selain isu fiskal, Fakhiri menekankan pentingnya penguatan konektivitas antardaerah melalui pembangunan transportasi laut dan infrastruktur penghubung antara Papua induk dengan Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Sementara itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa enam provinsi di tanah Papua harus tetap bergerak dalam satu visi pembangunan.

“Boleh enam provinsi, tapi tetap satu panggung. Otonomi Khusus harus menjadi instrumen untuk mempercepat kesejahteraan orang Papua,” kata Nawipa.

Sekadar diketahui, Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua yang digelar di Kabupaten Mimika, mempertemukan para gubernur se-tanah Papua itu menghasilkan dorongan kuat agar pemerintah pusat melakukan penguatan regulasi Otsus, terutama terkait kepastian anggaran dan pemerataan hasil sumber daya alam untuk seluruh wilayah Papua. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

 

Juna Cepos

Recent Posts

Pemkab Manokwari Alokasikan Rp46 Miliar untuk Pendidikan Gratis

Bupati Manokwari Hermus Indou, di Manokwari, Sabtu, mengatakan pendidikan merupakan investasi SDM jangka panjang yang…

42 minutes ago

Pemprov Papua Diharap Dukung Pemekaran Papua Utara

  Menurut Dina, semangat masyarakat Saireri dalam memperjuangkan calon Provinsi Saireri atau Papua Utara merupakan…

2 hours ago

PT Irian Bhakti Tata Aset, Kejar Laba dan Kontribusi Daerah

   Direktur Utama PT Irian Bhakti Papua, Elia Loupatty mengatakan, aset perusahaan tersebar di Papua…

3 hours ago

29 SPPG Layani 67.423 Siswa di 322 Sekolah

  Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan Kota Jayapura menjadi salah…

4 hours ago

Tak Ada Waktu Terbuang Sia-sia Tanpa Tujuan, Isi Dengan Berbagai Kegiatan Produktif

  Di bawah komando Kepala Lapas Kelas IIA Abepura, Edy Susetyo, lembaga pemasyarakatan ini terus…

5 hours ago

Akhirnya, Uncen Fasilitasi Ujian Dokter Sampai Lulus

  Pimpinan universitas membeberkan kronologi, tata aturan akademik, serta jalan keluar konkret yang diambil pemerintah…

6 hours ago