Categories: METROPOLIS

Kekerasan Terhadap Perempuan di Papua Harus Dicegah

JAYAPURA – Penjabat Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun, mengesahkan Pengurus Lembaga Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Adat (LP3A2) di Kantor Gubernur, Selasa (30/4).

Total sebanyak 54 perempuan yang dilantik menjadi pengurus LP3A2 Provinsi Papua. Rumasukun meyakini bahwa Ormas LP3A2 tak hanya mengurusi perlindungan bagi perempuan dan anak adat, namun akan menjadi penolong bagi kaum pria yang bergerak di sektor pemerintahan, karena lebih tahu dari mana provinsi ini harus dibangun.

“Kita (pemerintahan di Papua-red) bisa membangun secara baik kalau melibatkan mama-mama (kaum perempuan). Karena mereka yang paling tahu bagaimana memulai perencanaan yang baik, dan itu di mulai dari rumah,” ucap Rumasukun.

Jika menginginkan pemerintah yang lebih baik, lanjut Rumasukun, maka harus bersama-sama dengan para mama adat dan gereja.  Ia mencontohkan keberadaan sekolah di kampung-kampung yang dibangun, namun pada beberapa tempat menjadi bermasalah. Namun, keterlibatan mama-mama (kaum perempuan) adat, membuat proses belajar dan mengajar di sekolah tersebut kini berjalan sebagaimana mestinya.

“Saya minta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) setempat untuk melibatkan LP3A2 Papua saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) khusus, di wilayah Tabi-Saireri. Dengan begitu, dapat menampung aspirasi dari para pihak terkait termasuk perempuan adat setempat untuk selanjutnya menghasilkan satu program terarah demi kemajuan Papua secara umum,” ujarnya.

Pemprov pun siap berkolaborasi dengan LP3A2 untuk membangun Papua kedepan.

Sementara itu, Ketua LP3A2 Provinsi Papua, Rita Tokoro menyampaikan dari lembaga ini pihaknya akan menata perempuan perempuan Tabi-Saireri khususnya dalam keluarga.

  “Melalui lembaga ini, kami tetap bekerjasama dengan pemerintah. Sebab hampir semua perempuan yang dilantik hari ini adalah penggerak pembangunan,” kata Rita kepada wartawan.

    Selain itu lanjut Rita, pihaknya juga akan melihat apa yang menjadi kebutuhan dari perempuan perempuan adat yang ada di kampung kampung.  “Kehadiran lembaga ini salah satu upaya pencegahan kekerasan terhadap  perempuan di Papua, termasuk melihat hal hal yang selama ini merugikan kaum perempuan,” pungkasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Miris, di Muara Tami Seorang Bocah SD Disetubuhi Ayah Tiri

Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…

19 hours ago

Tangani 1.572 Kasus, 11 Markas KKB Diduduki

Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…

20 hours ago

Viral Truk Sampah Diduga “Bermain” BBM

Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…

21 hours ago

Tersangka Sakit, Kasus Ibu Bakar Anak Dibantarkan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…

22 hours ago

7 Kebiasaan Setelah Makan yang Ternyata Kurang Baik untuk Kesehatan

Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…

24 hours ago

Biaya Latsarmil Calon Manajer Koperasi Desa Capai Rp30 Juta/Orang

Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…

1 day ago