

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Amelia Ondikleuw. (Gamel/Cepos)
SENTANI – Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura mengakui bahwa pada awal tahun 2026 masih ditemukan adanya pemalangan sekolah yang dilakukan oleh masyarakat. Aksi tersebut dipicu oleh tuntutan pergantian kepala sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Amelia Ondikleuw, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi di salah satu sekolah yang berada di Distrik Depapre.
Menyikapi persoalan itu, pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pertemuan bersama kepala kampung, guru-guru, serta orang tua murid guna mencari solusi terbaik.
“Pemalangan sekolah dilakukan sejak 5 Januari dengan tuntutan pergantian kepala sekolah. Sementara kepala sekolah yang bersangkutan baru saja dilantik sebagai kepala sekolah definitif, sehingga belum bisa dilakukan pergantian,” jelas Amelia, baru-baru ini.
Ia menegaskan bahwa sesuai aturan, kepala sekolah yang baru dilantik tidak dapat langsung diganti sebelum menjalani masa tugas minimal enam bulan. Pergantian kepala sekolah juga harus dilakukan melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku.
“Belum sampai enam bulan kepala sekolah itu menjabat, sehingga tidak bisa serta-merta diganti. Kita harus menunggu minimal enam bulan dan itu pun dilakukan sesuai prosedur,” tegasnya.
Page: 1 2
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…
Enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Tanah Papua berkumpul di…
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…
Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…