Categories: BERITA UTAMA

Dari Retorika Kebijakan Menuju Aksi Teknis

Enam Gubernur Tandatangani Komitmen Timika

MIMIKA- Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua memasuki hari kedua dan terakhir dengan agenda yang bergeser dari sekadar wacana kebijakan menuju langkah-langkah teknis yang konkret menuju masa depan jutaan rakyat Papua, bertempat di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Selasa (12/5)

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus (Otsus) yang telah berjalan lebih dari dua dekade, namun masih menghadapi tantangan besar dalam menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Salah satu poin paling tajam muncul dari Petrarca Karetji, selaku Team Leader SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar).

Ia memberikan peringatan keras mengenai urgensi kompetensi dan kejujuran dalam tata kelola. Menurutnya, tanpa keseriusan saat ini, Papua berisiko terjebak dalam lingkaran diskusi yang sama selama puluhan tahun ke depan. “Karena ini perjalanan susah, Bapak-Ibu. Saya pikir ini 20 tahun yang kita sudah lewati, masih dengan berbagai tantangan. Dan kalau kita tidak betul-betul serius, 20 tahun lagi kita masih bicara hal yang sama lagi, Bapak-Ibu,” tegas Petrarca dalam sambutannya.

Ia mendorong agar strategi yang disusun harus berbasis pada identifikasi kebutuhan kelompok paling rentan, termasuk disabilitas, lansia, serta ibu dan anak melalui program ‘Papua Sehat’ dan ‘Papua Cerdas’.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Penjabat Sekda Papua Tengah, Dr. Silwanus A. Soemoele, menegaskan bahwa forum ini telah menghasilkan “Komitmen Timika”—sebuah manifesto 12 poin yang ditandatangani oleh enam gubernur di tanah Papua.  Komitmen ini mencakup percepatan infrastruktur di Daerah Otonomi Baru (DOB) hingga penguatan data sosial ekonomi Orang Asli Papua (OAP).

12 poin yang disepakati pada hari pertama dan telah ditandatangani tersebut adalah:

1. Mendukung agenda strategis nasional dan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
2. Mengawal keberlanjutan program strategis nasional di tanah Papua dengan prinsip kekhususan.
3. Mendorong percepatan pembangunan pusat pemerintahan dan infrastruktur dasar di Daerah Otonomi Baru (DOB) paling lambat tahun 2028.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

2 hours ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

17 hours ago

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

22 hours ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

23 hours ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

24 hours ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

1 day ago