Categories: BERITA UTAMA

Pulau Kimaam Tak Boleh Dikorek Untuk PSN

Masyarakat Pulau Kimaam Tolak Pengembangan Kerbau dan Sapi

MERAUKE- Masyarakat Pulau Kimaam yang terdiri dari 5 distrik diantaranya Distrik Kimaam, Waan, Tabonji, dan Padua melalui Lembaga Masyarakat Adat Suku Kimaima menyatakan sikap menolak rencana investasi Program Strategis Nasional (PSN) untuk pengembangan ternak kerbau dan sapi dalam skala besar di pulau tersebut.  Sikap penolakan itu dilakukan dengan mendatangi Kantor DPRK Merauke, Jalan Brawijaya Merauke, Selasa (12/5).

Penolakan yang dilakukan itu menanggapi Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 16 tahun 2025 tentang perubahan kedelapan atas peraturan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Nomor 7 tahun 2021 tentang perubahan daftar PSN, Kawasan peternakan di wilayah Kimaam untuk peternakan kerbau dan sapi 373.578 hektar.

Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta izin pengakuan masyarakat adat.
Masyarakat Kimaam yang datang tersebut diterima unsur pimpinan DPRK dan sejumlah anggota DPRK Merauke.  Sekretaris daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken mengatakan setelah dirinya komunikasi dengan bupati untuk disampaikan terkait dengan aksi yang dilakukan masyarakat Pulau Kimaam ini, mengatakan bahwa Pulau Kimaam tidak bisa dikorek.

“Bupati menyampaikan kepada saya, Pulau Kimaam tidak bisa dikorek untuk perusahaan apapun. Kalau hanya untuk kebutuhan ekonomi biasa yang dikelola untuk kebutuhan rumah tangga misalnya ternak lele 20 ekor atau kepiting silakan,’’ tandas Sekda Yermias Ndiken.

Menurut Sekda Yermias Ndiken, pihaknya memahami sejarah Pulau Kimaam tersebut yang merupakan bagian dari masyarakat. Dimana tidak boleh ada kegiatan apapun yang dilakukan di Pulau Kimaam apalagi dalam bentuk investasi apapun.  Sebab, Pulau Kimaam itu bagaikan wajan. Dimana bagian pinggirnya sedikit adalah daratan, tapi bagian dalam atau tengah adalah danau dan rawa-rawa. Sekda Yermias Ndiken menegaskan bahwa meskipun perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah Pusat, namun kuncinya sekarang berada di tangan masyarakat adat.

“Jadi kuncinya sekarang berada di masyarakat adat. Sebetulnya, kamu masyarakat adat jangan kasih izin. Rohnya ada di masyarakat adat. Karena investasi ini ada dua pihak. Investasi uang dan investasi tanah. Yang investor ini investasi uang. Sedangkan kita masyarakat investasi tanah. Kalau tidak mau terima, maka harus dengan tegas katakan tolak,’’’ tandas Sekda Yermias Ndiken.

Plt Kepala Dinas Investasi, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Merauke Marwiah Ali Mahmud menegaskan bahwa sampai sekarang Perda Kabupaten Merauke Nomor 14 tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Merauke belum dicabut dan masih berlaku.

Dimana dalam Perda tersebut luas Pulau Kimaam kurang lebih 1,2 juta hektar dimana 776.000 hektar merupakan hutan ekologi yang merupakan hutan dilindungi, dan hanya 16.000 hektar yang merupakan hutan APL yang bisa digunakan untuk ruang perumahan warga, dan kebun masyarakat.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Sempat Tak Percaya Saat Disuruh Main Baki Sore

Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…

21 hours ago

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

1 day ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

1 day ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

1 day ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

1 day ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

2 days ago