Sementara itu, Pastor Pius Manu yang mendampingi masyarakat Adat tersebut mengaku apa yang dilakukan oleh masyarakat adat sekarang terkait dengan rencana pengembangan kerbau dan sapi di Kimaam tersebut adalah sebuah kepanikan yang dialami warga. Sebab, pengalaman dengan PSN Wanam yang saat itu seluruh masyarakat Marind telah bersatu menolak PSN tersebut namun perusahaan tetap masuk.
“Tetangga saya di Wanam itu bagus-bagus, dibantai (tebang-red) dan tidak ada suara perlawanan dan itu kepanikan yang kami alami sekarang. Bahwa meskipun masyarakat menolak tapi perusahaan tetap masuk,’’ tandasnya. (ulo/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan hari ke enam ini…
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…
Menurut Abisai Rollo, tingginya angka kebakaran dalam beberapa waktu terakhir harus menjadi perhatian serius semua…
Para Gubernur dan Bupati/Wali Kota se-Tanah Papua melakukan Forum Koordinasi Strategi Percepatan Pembangunan. Pertemuan ini…
Gubernur Papua Matius D Fakhiri meminta masyarakat adat dilibatkan dalam pengelolaan saham PT Papua Divestasi…
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan…