Sementara itu, Pastor Pius Manu yang mendampingi masyarakat Adat tersebut mengaku apa yang dilakukan oleh masyarakat adat sekarang terkait dengan rencana pengembangan kerbau dan sapi di Kimaam tersebut adalah sebuah kepanikan yang dialami warga. Sebab, pengalaman dengan PSN Wanam yang saat itu seluruh masyarakat Marind telah bersatu menolak PSN tersebut namun perusahaan tetap masuk.
“Tetangga saya di Wanam itu bagus-bagus, dibantai (tebang-red) dan tidak ada suara perlawanan dan itu kepanikan yang kami alami sekarang. Bahwa meskipun masyarakat menolak tapi perusahaan tetap masuk,’’ tandasnya. (ulo/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua menargetkan pengelolaan venue olahraga milik Pemerintah Provinsi Papua,…
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan masa depan generasi…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib menyatakan, kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kondisi ternak babi dan kadang…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengatakan sebagian besar pembangunan fasilitas di area festival telah rampung. Pemerintah…
Persiapan pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) ke-15 Tahun 2026 mulai dimatangkan. Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar…
Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari capaian…