

Bupati Keerom Piter Gusbager dan Gubernur Papua, Mathius Fakhiri dan Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menghadiri Forum Koordinasi Strategi Percepatan Pembangunan di Timika, Senin (11/5). (foto:Erianto / Cepos)
Seringkali Terdapat Perbedaan Antara Arahan Pusat dengan Fakta Kebutuhan Masyarakat di Lapangan
KEEROM – Para Gubernur dan Bupati/Wali Kota se-Tanah Papua melakukan Forum Koordinasi Strategi Percepatan Pembangunan. Pertemuan ini bertujuan memperkuat implementasi kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Papua. Forum ini berlangsung pada 11-12 Mei di Timika, Papua Tengah. Enam Gubernur atau Wakil Gubernur serta seluruh kepala daerah kabupaten/kota menyepakati komitmen bersama untuk memberikan pertimbangan kepada Pemerintah Pusat terkait konsistensi pelaksanaan Otsus.
Bupati Keerom, Piter Gusbager, yang hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya ketersediaan anggaran (fiskal) yang memadai untuk mendukung percepatan pembangunan dan afirmasi bagi Orang Asli Papua (OAP). Menurutnya, upaya menghubungkan wilayah terisolasi melalui jaringan transportasi darat, air, dan udara akan sulit tercapai jika anggaran terus dikoreksi.
“Kita bicara percepatan, namun dengan kondisi keuangan akhir-akhir ini, hal itu tidak mungkin terjadi jika anggaran tidak mencukupi. Di Keerom, kami memberikan insentif kepada tokoh adat sebagai bentuk dukungan pembangunan, namun keterbatasan anggaran membuat pemberian tersebut menjadi terbatas,” ujar Gusbager.
Bupati dua periode itu juga menyoroti perlunya tinjauan terhadap petunjuk teknis (juknis) penggunaan dana Otsus agar lebih fleksibel. Ia menilai, seringkali terdapat perbedaan antara arahan Pemerintah Pusat dengan fakta kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kepala daerah harus diberikan ruang untuk mengambil kebijakan. Sebagai contoh, urusan sosial seperti santunan peti mayat atau uang duka bagi warga yang meninggal tidak diakomodasi dalam aturan dana Otsus saat ini,” jelasnya.
Terkait tata kelola, Gusbager meminta Pemerintah Pusat untuk memberikan kepercayaan penuh kepada pemimpin daerah di Papua. Ia berharap tidak ada generalisasi negatif terhadap kinerja kepala daerah.
Page: 1 2
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…