Categories: BERITA UTAMA

Keluhkan Kecilnya DAU dan ASN yang Enggan Pindah

TPP Tetap Dibayar Namun Jangan Celometan

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua mulai menyiapkan langkah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang masih akan berlanjut pada 2027. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri memastikan kebutuhan belanja pegawai, termasuk gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) aparatur sipil negara (ASN), tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para kepala daerah juga didorong untuk melakukan efisiensi anggaran pada tahun mendatang. “Ini bagian dari yang kami selalu sampaikan ke Jakarta, kami selalu sampaikan ke menteri-menteri terkait dan suara yang selalu disampaikan oleh semua gubernur dan bupati di Indonesia sudah mulai dipenuhi,” kata Fakhiri kepada wartawan, Kamis (13/8).

Menurut Fakhiri, kebijakan tersebut tidak hanya menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Papua. Ia meyakini para gubernur dan bupati di daerah lain juga akan menyesuaikan kebijakan pemerintah dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah. “Saya yakin tidak hanya di Provinsi Papua namun provinsi lain mulai dari gubernur dan para bupati pasti akan memperhatikan apa yang menjadi ketentuan yang seharusnya dilakukan sebagai pemerintah,” ujarnya.

Fakhiri juga menyinggung kondisi Dana Alokasi Umum (DAU) Papua yang semakin mengecil setelah terbentuknya sejumlah Daerah Otonomi Baru (DOB). Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri karena jumlah ASN yang sebelumnya berada di Provinsi Papua tidak seluruhnya berpindah ke wilayah DOB.

“Uang ini (DAU) kemudian menjadi mengecil, sementara jumlah pegawai ASN yang ada di Provinsi Papua tidak pindah ke wilayah DOB sehingga ini menjadi beban bagi kami,” katanya. Karena itu, Fakhiri meminta semua pihak memahami kondisi keuangan daerah sebelum memberikan komentar mengenai kebijakan anggaran pemerintah. Ia menegaskan, pemerintah daerah harus melakukan perhitungan secara matang agar tidak terjadi persoalan dalam pembayaran hak pegawai.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Alur Perjalanan Dinas DPR Papua Ditelusuri

Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…

21 hours ago

SD YPK Elim Wouma Ludes Terbakar

Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…

22 hours ago

Napi Tipikor di Lapas Abepura Diperlakukan Sama

  Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…

22 hours ago

Kemarau Panjang Pengaruhi Peningkatan Inflasi di Papua Pegunungan

Badan Pusat Statistik  (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…

23 hours ago

Giliran 330 Guru Non OAP Ditarik dari Distrik-distrik

Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso S.PD, M.PD menyatakan menyikapi situasi keamanan saat ini di Kabupaten…

23 hours ago

Ratusan Karyawan PT MNM Protes Soal Ketenagakerjaan

Dalam aksi tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.…

24 hours ago