

Salah satu warga menggunakan hak pilihnya dalam PSU di salah satu TPS di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur. Menurut Bupati Jayapura Yunus Wonda partisipasi warga yang mencoblos di TPS masih rendah, Rabu (6/8)( foto:Priyadi/Cepos)
SENTANI -Turunnya partisipasi masyarakat Kabupaten Jayapura pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, pasca Putusan MK Tahun 2024, Rabu (6/8) lalu, bukan disebabkan kurangnya sosialisasi dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).
Hal ini dikatakan Kepala Disdukcapil Kabupaten Jayapura, Herald J. Berhitu, dalam menjawab pertanyaan Bupati Jayapura Yunus Wonda saat memantau TPS kenapa partisipasi warga saat PSU rendah.
Menurut Herald, rendahnya partisipasi lebih dipengaruhi oleh banyaknya warga yang sudah pindah domisili, bekerja, atau kuliah di luar Papua, namun tidak melapor ke Disdukcapil. Selain itu, terdapat pula warga yang telah meninggal dunia namun keluarganya tidak melakukan pelaporan, sehingga data mereka masih tercatat aktif.
“Data DPT yang digunakan KPU Kabupaten Jayapura bersumber dari Dirjen Dukcapil Pusat. Dukcapil daerah hanya mengikuti data tersebut. Kalau masyarakat tertib melapor, data akan segera diperbarui sehingga alamat domisili maupun status kependudukan menjadi sesuai,” jelasnya, Sabtu (9/8)
Page: 1 2
Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga membuat laporan yang diwakili oleh Relawan Teras Peduli ke…
Menurut Thomas, pandangan yang disampaikan Komnas HAM merupakan isu yang sangat penting dan krusial dalam…
Dan kali ini bukan menjadi hal mengejutkan jika PDIP menolak program pemerintah pusat yakni Makan…
Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…
Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…
Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…