

Dua korban kekerasan KKB saat dirawat di RSUD Dekai, Selasa (28/4) (foto:Humas ODC)
TPN Sebut Dua Personel TNI Tertembak, Pendam Bantah
JAYAPURA– Kabupaten Yahukimo nampaknya benar-benar dijadikan markas oleh Kelompok Kriminal Bersenjata. Setelah kedatangan Wapres Gibran Rakabuming beberapa hari lalu yang tak terdeteksi nampaknya membuat KKB seperti kecolongan tak bisa memanfaatkan moment tersebut. Alhasil siapa saja yang bisa dijadikan target akan langsung dieksekusi.
Bagaimana tidak, dalam dua hari berturut-turut, warga sipil justru dijadikan korban oleh kelompok yang disinyalir dari Kodap XVI Yahukimo. Setelah insiden pertama terjadi pada Senin, (27/4) aksi serupa kembali terulang pada Selasa (28/4) sekira pukul 11.22 WIT di Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Dekai.
Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua warga sipil masing-masing berinisial AA (26) dan NM (36) menjadi korban. Keduanya mengalami luka tembak di bagian lengan dan paha. Saat ini, kedua korban dalam kondisi sadar dan tengah menjalani perawatan medis di RSUD Dekai. Selain itu, satu unit kendaraan roda empat milik korban juga mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor dan melakukan penyerangan secara tiba-tiba terhadap korban,” ujar AKBP Andria dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4). Dari kronologi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban melintas dari arah perempatan menuju kawasan mess karyawan di Kompleks PJPR. Dalam perjalanan, korban diduga diikuti oleh pelaku sebelum akhirnya ditembak. Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…