Categories: BERITA UTAMA

Fenomena El Nino,  79 Kampung di Dogiyai Terdampak

NABIRE- Ancaman perubahan iklim ekstrem, khususnya fenomena El Niño, menjadi perhatian terhadap keberlangsungan sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga serta kehidupan ekonomi masyarakat.

Sekretaris HIPMI Dogiyai, Martinus Dogomo, menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Dogiyai dan wilayah Pegunungan Tengah Papua Tengah menggantungkan kehidupan sehari-hari pada hasil pertanian, terutama ubi jalar (nota), keladi, sayuran hijau, dan buah merah.

Kondisi ini membuat sektor pertanian masyarakat rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Kekeringan berkepanjangan akibat El Niño dapat memengaruhi kelembapan tanah, pertumbuhan tanaman, hingga hasil panen yang menjadi sumber pangan utama masyarakat.

“Masyarakat di Kabupaten Dogiyai dan sebagian besar wilayah Pegunungan Tengah Papua Tengah menggantungkan hidup pada sistem pertanian subsisten dengan komoditas hortikultura unggulan, terutama ubi jalar, keladi, sayuran hijau seperti daun ubi, kol, sawi, serta buah merah,” jelas Martinus kepada Cenderawasih Pos via seluler, Minggu, (20/9).

Ia mengatakan, ubi jalar menjadi salah satu komoditas yang berpotensi mengalami gangguan ketika terjadi perubahan kondisi tanah. Kekeringan berkepanjangan dapat menyebabkan tanah menjadi kering dan mengeras, sehingga menyulitkan petani dalam mengolah lahan serta menjaga pertumbuhan tanaman.

Menurutnya, dampak perubahan iklim juga dapat menghambat siklus tanam dan pembukaan lahan baru. Petani tradisional di Dogiyai umumnya mengandalkan kelembapan alami dalam proses pengolahan tanah dan penanaman bibit.

“Kondisi tanah yang mengeras akibat kekeringan membuat alat-alat pertanian tradisional sulit digunakan. Proses penanaman bibit baru terhenti karena bibit hortikultura yang baru ditanam langsung layu dan mati sebelum mengakar,” ungkapnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Indentifikasi Jalur Penyelundupan hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Petugas

  Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…

16 minutes ago

ABR: Jangan Salah Gunakan Bantuan Pemerintah!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…

1 hour ago

Jangan Membangun Sebelum Ada Penanganan Pascabencana

  Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…

4 hours ago

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penipuan Jual Beli Motor

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…

5 hours ago

Bupati Jayawijaya: CASN Jangan Buru-buru Ajukan Kredit Setelah Terima SK

Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…

7 hours ago

Pelaku Penembakan di Muliama Diminta Serahkan Diri

Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…

8 hours ago