Categories: METROPOLIS

RSUD Jayapura Menuju Rumah Sakit Pendidikan Utama

JAYAPURA-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura bersiap membuka program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital based) untuk mempercepat pemenuhan tenaga dokter spesialis di Tanah Papua.

Ketua Unit Fungsional Pendidikan RSUD Jayapura, dr. Hermanus Suhartono, Sp.OG., Subsp.FER, mengatakan rencana tersebut telah disampaikan kepada Gubernur Papua Matius D. Fakhiri untuk mendapatkan dukungan pemerintah daerah.

“Kami berencana membuka pendidikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi di RSUD Jayapura dengan sistem hospital based,” kata Hermanus, usai pertemuan dengan gubernur, Jumat (13/3).

Menurutnya, pada tahap awal program yang dibuka adalah spesialis obstetri dan ginekologi. Selanjutnya akan menyusul program pendidikan spesialis bedah, anak, dan penyakit dalam.

Ia berharap RSUD Jayapura dapat menjadi rumah sakit pendidikan utama di Provinsi Papua yang melayani berbagai pusat pendidikan tenaga kesehatan, baik kedokteran, perawat, bidan, maupun tenaga penunjang medis lainnya.

Hermanus menjelaskan, program pendidikan berbasis rumah sakit ini memberi peluang bagi dokter dari berbagai daerah di Papua untuk menempuh pendidikan spesialis tanpa harus keluar daerah.

“Dokter dari kabupaten yang belum memiliki spesialis bisa menempuh pendidikan di RSUD Jayapura. Setelah selesai, mereka diharapkan kembali melayani masyarakat di daerah masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh biaya pendidikan dalam program ini ditanggung pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan. “Peserta tidak dikenakan biaya pendidikan karena operasionalnya didukung APBN. Bahkan peserta juga mendapatkan uang saku selama mengikuti pendidikan,” jelasnya.

Hermanus mengungkapkan kebutuhan dokter spesialis di Papua masih sangat besar. Di Provinsi Papua sendiri masih terdapat empat kabupaten yang belum memiliki dokter spesialis. “Daerah-daerah tersebut akan menjadi prioritas dalam perekrutan peserta program,” katanya.

Program ini juga diharapkan mengatasi persoalan minimnya dokter spesialis yang kembali bertugas di Papua setelah menyelesaikan pendidikan di luar daerah. “Program sebelumnya Tahun 2012-2017 menghasilkan sekitar 60 dokter, tetapi yang kembali bekerja di Papua hanya lima orang karena mereka membiayai pendidikan sendiri,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

RD Akui Adhyaksa FC Lawan Kuat

Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…

15 hours ago

Tak Terima Anggota Keluarganya Meninggal, Seorang Pria Dikeroyok Hingga Babak Belur

Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…

17 hours ago

Owen Sebut 3 Paslon Ketum PSSI Papua Figur Hebat

Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…

19 hours ago

Persipura Batasi Kuota Tiket Kontra Adhyaksa FC

Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…

20 hours ago

Ketum Ajak Merahkan Lagi Stadion Lukas Enembe

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…

21 hours ago

PFA Cari Bakat 2026, Keliling Tanah Papua Bidik Talenta Sepak Bola Masa Depan Timika

Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…

22 hours ago