Categories: NASIONAL

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

JAKARTA- Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan. Para petugas pengibar pun terlihat begitu hati-hati saat membentangkan, menaikkan, hingga menurunkan bendera. Salah satu hal yang paling diperhatikan adalah posisi bendera agar tidak sampai menyentuh tanah. Bagi sebagian orang, hal tersebut mungkin dianggap hanya sebagai kebiasaan dalam upacara. Padahal, larangan tersebut memang memiliki dasar aturan.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan mengatur tata cara penggunaan Bendera Negara. Dalam Pasal 14 ayat (1), disebutkan bahwa Bendera Negara dinaikkan atau diturunkan pada tiang secara perlahan-lahan, dengan khidmat, dan tidak menyentuh tanah.

Aturan tersebut berkaitan dengan kedudukan Merah Putih sebagai simbol negara. Dalam UU Nomor 24 Tahun 2009, bendera, bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan disebut sebagai sarana pemersatu, identitas, serta wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara.

Artinya, larangan bendera menyentuh tanah bukan sekadar persoalan menjaga kain agar tetap bersih. Ada sikap penghormatan terhadap simbol negara yang ingin ditunjukkan melalui tata cara penggunaannya. Ketentuan mengenai penghormatan terhadap Bendera Merah Putih sebenarnya sudah muncul jauh sebelum UU Nomor 24 Tahun 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia menjelaskan bahwa Sang Merah Putih merupakan lambang kedaulatan dan tanda kehormatan Republik Indonesia.

Peraturan tersebut juga dibuat karena penggunaan bendera pada masa itu dinilai perlu ditata agar sesuai dengan kedudukannya. Dalam pelaksanaan upacara, kehati-hatian tersebut kemudian menjadi bagian dari tugas petugas pengibar bendera. Mereka harus menjaga agar kain Merah Putih tetap terentang dan tidak jatuh ke tanah ketika proses pengibaran maupun penurunan berlangsung.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tukang Bakso Keliling Ditikam OTK di Kampung Karujaya, Pelaku Langsung Kabur

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Polres Jayawijaya Iptu Marcelino H. Rumambi, S.H., M.H., mengatakan pihaknya…

18 minutes ago

Polres Keerom Kembali Musnahkan Ganja

Kasat Narkoba Polres Keerom AKP Rony Romy Samori menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari…

1 hour ago

Pemprov Papua Dorong 50 Persen Bahan Baku dari Lokal

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan…

2 hours ago

Ditinjau Tim dari Menko Polhukam, 333 Rumah Terdampak Konflik Sosial Bakal Terealisasi

Tim yang diturunkan ke Wamena saat ini dari Menko Polhukam, BNPB, Danrem 172/ PWY, PLN…

3 hours ago

BPS Jayawijaya Memastikan Inflasi September 2026 Mencapai 3.28 Persen

Kepala BPS Jayawijaya Arther Purmiasa menyatakan Pada Bulan September 2026, terjadi inflasi sebesar 3,28 persen…

4 hours ago

Tujuh Dokter UGD RSUD Boven Digoel Mogok, Pemkab Tarik Empat Dokter Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Adolof Andatu, Amd, Kep, SKM. ketika dikonfirmasi media ini…

5 hours ago