

Spanduk Pengumuman yang di pasang di depan RSUD Boven Digoel (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
BOVEN DIGOEL – Aksi mogok pelayanan yang dilakukan tujuh dokter Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Boven Digoel mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Boven Digoel. Aksi tersebut dilakukan para dokter untuk menyampaikan kondisi keterbatasan tenaga medis yang selama ini melayani pasien di UGD.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Adolof Andatu, Amd, Kep, SKM. ketika dikonfirmasi media ini melalui telepon selulernya menjelaskan bahwa tujuh dokter yang melakukan aksi tersebut bukan merupakan keseluruhan dokter yang bertugas di RSUD Boven Digoel.
“Jadi tujuh dokter itu bukan jumlah dokter yang ada di satu rumah sakit di RSUD Boven Digoel. Tapi tujuh dokter itu khusus memberikan pelayanan di Unit Gawat Darurat,” kata Kadis Kesehatan Adolof Andatu, Jumat (2/10).
Menurut Adolof, jumlah tersebut masih sangat terbatas apabila dibandingkan dengan beban pelayanan dan jumlah pasien yang harus ditangani. Kondisi itu menyebabkan dokter yang bertugas di UGD mengalami kelelahan karena waktu istirahat yang terbatas, terutama ketika jumlah pasien meningkat.
Ia menjelaskan, pelayanan di UGD berlangsung dalam tiga shift. Dalam kondisi pasien cukup banyak, idealnya setiap shift ditangani dua hingga tiga dokter. Dengan demikian, dibutuhkan sedikitnya sembilan dokter untuk mendukung pelayanan UGD secara optimal.
“Karena di bagian UGD itu tiga shift. Kalau pasien banyak, maka baiknya dilayani dua sampai tiga dokter untuk satu shift, sehingga dibutuhkan minimal sembilan dokter,” jelasnya.
Page: 1 2
Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Papua, Purnomo Sidhi, mengatakan bahwa hingga September 2026…
Data keseluruhan tahun 2026 belum rampung. Namun, data sementara menunjukkan kasus tertinggi berada di…
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jayapura resmi memperpanjang masa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 hingga 15…
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan, rumah dinas tersebut ditempati oleh…
Hampir separo masyarakat Indonesia tidak puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wapres Gibran Rakabuming Raka.…
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit mobil mewah Toyota Land Cruiser milik mantan Bupati…