

Sampah di Kawasan Pantai Holtekam saat dibersihkan oleh PLN IUP dan Pemkot Jayapura memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pada Senin (3/6). (foto:Gamel/Cepos)
JAYAPURA-Aksi gerebek sampah yang dilakukan PT PLN Persero Unit Induk Pembangunan (IUP) bersama Rumah Bakau Jayapura di Pantai Holtekamp, Distrik Abepura dalam program Green Employee Involvement mendapat respon positif dari pemerintah.
Sekda Kota Jayapura, Frans Pekey menyebut pentingnya berkolaborasi dan merubah paradigma atau perilaku nyampah pada warga. Dari kegiatan yang dilakukan selama 2 jam itu diperoleh hasil 1,3 ton sampah. Lokasi pembersihan dilakukan di pantai dan hutan bakau samping Venue Dayung.
Disini Sekda Pekey menyebut bahwa sampah di kawasan pesisir tidak akan pernah habis selama paradigma masyarakat tidak dirubah.
“Saat manusia kita tidak ramah maka satu waktu akan membawa marabahaya. Ini yang harus dipahami,” jelas Frans Pekei di Holtekamp, Senin (3/6).
Ia khawatir kepadatan penduduk akan memberi ekses pada degradasi dan ketidakseimbangan antara lingkungan dengan masyarakat sehingga ketika terjadi ketidakseimbangan maka akan menimbulkan musibah.
“Dari sisi regulasi pemerintah memang mengatur tapi jika kesadaran dan daya dukung stakeholder lain selalu tidak efektif. Kami beri apresiasi pada PLN yang peduli,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah perlu mendapat masukan dari masyarakat soal penanganan sampah. “Harus dari hulu dan hilir jadi kami juga perlu masukan,” imbuhnya.
General Manager PLN UIP Maluku dan Papua, Wisnu Kuntjoro Adi menyampaikan bahwa agenda grebek sampah ini sebagai implementasi kepedulian komunitas pegawai PLN terhadap lingkungan sekitar yang dilakukan serentak seluruh Indonesia.
“Bagi kami ini menjadi satu komitmen PLN untuk menjaga dan melestarikan lingkungan yang berkelanjutan. Komitmen kami PLN Unit Induk Maluku dan Papua tidak hanya menghadirkan cahaya bagi kehidupan masyarakat namun juga menjadi cahaya disegala aspek kehidupan,” beber Wisnu.
Dijelaskan bahwa sampah yang dikumpulkan akan dipilah kemudian diolah agar memiliki nilai ekonomi. “Ini tidak hanya membersihkan pantai tapi juga membangun kesadaran untuk membangun kesadaran untuk melestarikan. Kondisi pantai Jayapura perlu dikembalikan dan setiap langkah kecil hari ini akan berimpact besar dikemudian hari,” pungkas Wisnu. (ade/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pantauan di lokasi, sejak pagi ratusan warga mendayung perahu tradisional untuk menjemput speedboat yang ditumpangi…
Gubernur Apolo mengatakan kehadiran asrama diharapkan tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi…
Selain melihat dari dekat antrian kendaraan, Marthinus Pasang juga menemui pengelola SPBU dan pihak Rayon…
Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pemuda dan wirausaha pemula dari berbagai wilayah di…
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jayawijaya kini dijabat oleh dr. Charles Manalagi, Sp.Og untuk periode…
Utamanya adalah terkait karakter yang erat kaitannya dengan lingkungan dan pergaulan anak muda. Ondoporo Keray,…