Categories: BERITA UTAMA

Potensi Pemborosan Rp691,6 Miliar Disorot

DPR Ingatkan Soal Akurasi Data dan Tata Kelola

JAYAPURA–DPR Papua menilai temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait potensi pemborosan anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua harus menjadi momentum untuk membenahi tata kelola keuangan daerah, bukan sekadar menjadi sorotan.

Sebelumnya, KPK menemukan potensi pemborosan anggaran mencapai Rp691,6 miliar dalam perencanaan dan penganggaran Pemerintah Provinsi Papua Tahun Anggaran 2025. Temuan tersebut mencakup lima sektor prioritas, dengan sektor pendidikan menjadi penyumbang potensi pemborosan terbesar.

Temuan itu disampaikan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, Maruli Tua, dalam kegiatan Koordinasi Pencegahan Korupsi pada Area Perencanaan, Penganggaran, Pengadaan Barang dan Jasa, serta Pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Pemerintah Provinsi Papua di Kantor Gubernur Papua, Rabu (15/7).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Pengangkatan Otonomi Khusus (Poksus) DPR Papua, Willem Zaman Bonai, mengatakan temuan KPK merupakan hasil evaluasi terhadap pengelolaan anggaran pada periode sebelumnya dan dapat menjadi pijakan bagi pemerintahan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri untuk melakukan pembenahan.

“Kalau saya melihat, temuan KPK ini sesuatu yang positif. Ini menjadi warning bagi kita semua untuk memulai pemerintahan Pak Fakhiri dengan tata kelola yang lebih baik, sekaligus memperkuat fungsi pengawasan agar pengelolaan keuangan daerah semakin tertata,” katanya, kepada wartawan di ruangan kerjanya, Jumat (24/7)

Menurut Willem, persoalan terbesar di sektor pendidikan bukan hanya menyangkut besarnya anggaran, tetapi juga akurasi data penerima manfaat.Ia menilai, penyusunan program pendidikan harus diawali dengan basis data yang valid mengenai jumlah anak asli Papua yang berhak memperoleh layanan pendidikan.

“Kalau kita bicara Papua, maka kita harus berbicara tentang masyarakat adat Papua atau Orang Asli Papua. Persoalannya ada pada data. Dengan data yang akurat, pemerintah bisa memastikan seluruh anak Papua mendapatkan hak pendidikannya,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

21 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

21 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

22 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

22 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

23 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

23 hours ago