Categories: BERITA UTAMA

TNI dan OPM Saling Berbalas Pantun

TNI Klaim Amankan 7 Anggota Kelompok Bersenjata, OPM Klaim Rampas 1 Pucuk Senjata

MIMIKA – Eskalasi operasi yang dilakukan aparat keamanan TNI Polri maupun aksi yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata maupun Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Papua Pegunungan maupun Papua Tengah terus menghangat. Kedua pihak mengklaim sama-sama berhasil menjalankan misi atau target.

Dari pihak TNI menyatakan upaya penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika pada Senin 2 Maret 2026 berhasil digagalkan Tim Patroli Koops TNI Papua. Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, Rabu (4/3) mengonfirmasi bahwa satu anggota kelompok bersenjata tewas dan enam lainnya ditangkap dalam insiden tersebut.

Ia juga menyebutkan bahwa seorang ibu rumah tangga yang diklaim menjadi korban penembakan oleh OPM berhasil diselamatkan. “Aksi bermula saat kelompok bersenjata melepaskan tembakan di sekitar permukiman warga. Seorang ibu rumah tangga mengalami luka tembak dibagian tangan dan kaki akibat serangan OPM,” Letkol Inf. Wirya. Lebih lanjut, tim patroli yang menerima laporan warga langsung bergerak cepat menuju lokasi, mengamankan situasi, serta mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan.

Ia menyatakan kelompok bersenjata kembali melakukan penyerangan saat aparat tengah mengamankan korban. “Kelompok bersenjata menembaki personel yang sedang melaksanakan pengamanan dan evakuasi. Tim patroli membalas tembakan secara terukur, sehingga satu pelaku tewas dan enam lainnya berhasil diamankan,” ujarnya.

Dalam patroli kemanan tersebut, Tim Patroli Koops TNI Papua juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 pucuk pistol FN, 3 butir munisi kaliber 9 mm, 1 pucuk senapan angin, panah dan busur, 1 unit power bank, serta barang lainnya yang masih dalam proses pendataan. Koops TNI Papua menegaskan pengamanan wilayah akan terus diperkuat guna menjamin keselamatan masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.

Sementara TPN OPM melalui juru bicaranya, Sebby Sembom menyatakan bahwa Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Operasi Umum TPNPB Mayor Jenderal Lekagak Telenggen bahwa mereka berhasil merampas satu pucuk senjata api SS 1 di Tolikara pada hari Rabu, 4 Maret 2026 sekitar jam 12.00 WIT. Ini dilakukan atas perintah Jenderal Goliath Tabuni.

Perampasan dilakukan oleh kelompok Botak Wanimbo dan Botak sendiri telah memberikan statemen dalam videonya bahwa ialah yang bertanggung atas perampasan senjata tersebut. Botak bahkan menantang aparat bahwa bila ingin mengambil senjata tersebut maka silahkan mendatangi markas TPNPB. “Kami siap mati dan anda juga harus siap mati,” wanti Botak Wanimbo.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

13 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

14 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

14 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

15 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

15 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

16 hours ago