

Salah satu pedagang komoditas pertanian sekaligus pemilik kios sembako, Sumarni, saat melayani konsumennya, di Pasar Pharaa Sentani, Senin (4/3). (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Memasuki awal minggu kedua puasa, harga sejumlah komoditas pertanian dan kebutuhan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Jayapura normal hanya saja tomat mengalami kenaikan harga.
Pantauan di Pasar Pharaa Sentani menunjukkan, sejumlah pedagang komoditas pertanian dan pemilik kios sembako mengakui telah terjadi kenaikan harga pada komoditas toma, sementara kebutuhan lainnya stabil termasuk sembako.
Salah satu pedagang komoditas pertanian sekaligus pemilik kios sembako, Sumarni, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sejak akhir Februari 2026. Ia menyebutkan, harga tomat lokal Rp 12 ribu, naik menjadi Rp 20 ribu/kg, harga cabai rawit lok masih stabil diangka Rp 120 ribu/kg
“Harga lainnya seperti bawang merah, Rp 55 ribu/kg turun dari 65 ribu/kg, bawang putih Rp 50 ribu/kg, cabai keriting Rp 60ribu/kg. Kacang tanah yang Rp50 ribu/kg, stok aman” jelas Sumarni, Senin (4/3).
Selain komoditas pertanian, harga kebutuhan sembako juga terpantau stabil. Untuk beras SPHP dijual dengan harga sekitar Rp75 ribu /5 kg, minyak goreng kita Rp20 ribu/ liter, serta gula pasir Rp20 ribu/kg.
Menurut pedagang, harga sembako tidak mengalami kenaikan selama momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga saat ini, sementara untuk komoditas pertanian sangat bergantung pada stok, jika ada stok kiriman harga cenderung murah.
Page: 1 2
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura terus memperkuat…
Banyak anak muda akhirnya hanya membawa map lamaran dari satu kantor ke kantor lain tanpa…
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara Sentani IPTU Wajedi, didampingi Kanit Binmas AIPTU…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) menggelar tatap muka bersama para wajib pajak…
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…