Categories: BERITA UTAMA

Tiga Penyakit Mematikan Ancam Warga Papua

JAYAPURA-Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria, HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC). Ketiga penyakit tersebut dinilai masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian masyarakat Papua, terutama pada kelompok rentan. Direktur Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua, Robby Kayame, mengatakan kelompok yang paling berisiko terserang penyakit tersebut adalah lansia, ibu hamil dan balita.

“Mereka merupakan kelompok yang paling rentan dan berisiko terhadap penyakit tersebut,” kata Robby Kayame kepada Cenderawasih Pos, Selasa (19/5).
Menurutnya, salah satu langkah penting untuk menekan penyebaran malaria, HIV/AIDS dan TBC adalah memperkuat sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi laboratorium medik di berbagai daerah di Papua.

Ia menjelaskan tenaga laboratorium memiliki peran strategis dalam proses pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengambilan sampel darah, lendir hingga pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi penyakit secara dini.

“Kalau produk tenaga teknologi laboratorium banyak yang kita cetak di tempat ini, mereka ini ahli strategis untuk memerangi virus TBC, malaria dan HIV/AIDS,” ujarnya.

Robby menilai tingginya kasus tiga penyakit tersebut di Papua salah satunya dipengaruhi rendahnya pemeriksaan kesehatan di masyarakat. Akibatnya, penyebaran penyakit kerap tidak terdeteksi sejak dini.

“Penyakit itu tinggi karena kita tidak tahu penyebarannya seperti apa, karena tidak ada yang periksa. Jika ada tenaga yang tersedia untuk melakukan pemeriksaan maka ini bisa menjadi salah satu pencegahan,” katanya.

Selain menyiapkan tenaga laboratorium, ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Menurut Robby, ketika bibit penyakit atau virus dapat terdeteksi lebih awal melalui pemeriksaan laboratorium, dokter akan lebih mudah menentukan jenis pengobatan dan dosis yang tepat sehingga pasien dapat menjalani pengobatan secara teratur dan sembuh.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Motif Pembunuhan  Anak Kandung Diduga Persoalan Internal Keluarga

Penyidik Polres Merauke menetapkan MR (31), ayah kandung korban, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap…

1 hour ago

Ada 4 Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim

​Ketua Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Papua, Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., CT., CMP,…

2 hours ago

Angka Kemiskinan Naik 12,03 Persen, Bapperida Dorong Penguatan Data

- Angka kemiskinan di Kota Jayapura mengalami peningkatan menjadi 12,03 persen pada 2025. Kondisi tersebut…

2 hours ago

Disorot DPRP, Gubernur Diminta Jelaskan Sisa Dana Cadangan

–DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua memastikan pengelolaan Dana Cadangan senilai Rp134,02 miliar dilakukan secara…

3 hours ago

Salah Gunakan Izin Tinggal, Dua Warga Cina Dideportasi

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura mengungkap dugaan penyalahgunaan izin tinggal yang dilakukan dua warga…

3 hours ago

​Bukti Medis Diklaim Luka Tembak Peluru Karet

BEM menunjukkan dokumen rekam medis RSUD Abepura tanggal 15 Agustus 2026 dimana dalam dokumen pemeriksaan…

4 hours ago