Ia menargetkan pada 2040 Papua memiliki tenaga teknologi laboratorium medik yang tersebar di berbagai daerah sehingga upaya pencegahan dan penanganan penyakit dapat berjalan lebih optimal.
“Kita bicara memerangi penyakit, tetapi kalau tidak menyiapkan SDM lalu siapa yang melakukan pemeriksaan itu. Papua membutuhkan tenaga laboratorium untuk memerangi tiga penyakit berbahaya tadi,” tegasnya.
Robby berharap upaya penanganan malaria, HIV/AIDS dan TBC di Papua dilakukan secara bersama-sama melalui dukungan pemerintah, dunia pendidikan dan partisipasi masyarakat. “Dari sisi kami menyediakan SDM, kemudian dukungan dari pemerintah dan partisipasi masyarakat sehingga kita sama-sama membangun Papua,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…
Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…
Penandatanganan nota kesepahaman yang sarat nilai historis tersebut berlangsung secara khidmat pada Sabtu, 22 Agustus…
Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan…
Mereka juga membawa boneka serupa yang diberikan oleh Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi.…
Bambang menjelaskan, tepung jagung yang digunakan dalam inovasinya tidak bekerja secara tunggal. Tepung tersebut dicampurkan…