

Para kepala kampung dari 40 Distrik dan 328 kampung berkumpul di wilayah Sinakma dan bersepakat untuk tidak ambil bagian dalam aksi demo yang akan dilakukan di Kantor Bupati Jayawijaya, Selasa (7/7) kemarin. (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA – Asosiasi 328 Kepala Kampung Se Kabupaten Jayawijaya memastikan tak akan ikut ambil bagian dalam pelaksanaan demonstrasi damai ke Kantor Bupati Jayawijaya yang mengatasnamakan gerakan peduli Jayawijaya yang dijadwalkan Rabu (8/7) hari ini .
Sekretaris Asosiasi 328 Kepala Kampung Se Jayawijaya Sem Uaga menegaskan jika menyikapi adanya informas yang beredar di tengah masyarakat mengenai rencana aksi demonstrasi pada hari Rabu yang mengatasnamakan gerakan kepedulian pembangunan, Asosiasi 328 Kepala Kampung se-Kabupaten Jayawijaya merasa perlu memberikan klarifikasi demi menjaga nama baik organisasi dan tatanan masyarakat adat.
“Disini kami tegaskan jika Asosiasi 328 Kampung tak akan hadir dan tak akan terlibat, serta tidak akan menurunkan massa dalam bentuk apa pun pada aksi demonstrasi yang digelar hari Rabu tersebut.”tegasnya kepada Cenderawasih Pos Selasa (7/7).
Menurutnya, fokus dari Asosiasi 328 kampung adalah gugatan hukum ke pemerintah dan bukan tentang proyek, Perjuangan Asosiasi 328 selama ini murni demi menegakkan supremasi hukum, mengawal surat resmi Kemendagri, serta mengembalikan hak tata kelola pemerintahan 328 kampung berdasarkan UU Desa.
“Kami tidak ikut campur dalam urusan pembagian paket pekerjaan, proyek fisik, atau kepentingan finansial kelompok tertentu.” jelas Uaga
Kata Sem, Asosiasi 328 Kepala Kampung menolak politisasi atas nama Asosiasi, oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada oknum atau pihak mana pun untuk tidak mencatut, membawa-bawa, atau mengatasnamakan nama Asosiasi 328 Kepala Kampung demi memuluskan agenda tawar-menawar proyek dengan pemerintah daerah.
Sem Uaga juga imbau kepada seluruh Kepala Kampung di 40 Distrik se-Kabupaten Jayawijaya yang tergabung dalam Asosiasi untuk tetap tenang, berada di tempat tugas masing-masing, menjaga situasi keamanan di kampungnya, serta tidak mudah terprovokasi oleh gerakan yang didasari kepentingan pribadi atau kelompok kecil. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…
BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…
Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…
Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…
Di tengah tuntutan pemenuhan hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…