

TERANCAM ABRASI_Sepanjang garis pantai Holtekamp yang berhadapan langsung dengan samudra Pasifik rawan terkena abrasi bila terjadi gelombang tinggi. Bila tidak diantisipasi sejak dini, dikhawatirkan ruas jalan Nasional Holtekamp ini bakal terputus. (FOTO:Dok/Cepos)
JAYAPURA-Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Jayapura, Nofdy J. Rampi mengatakan ancaman abrasi di kawasan Pantai Holtekamp saat ini telah menjadi ancaman serius terhadap keberadaan jalan nasional Holtekamp.
Karena itu, menurut Nofdy, butuh penanganan serius dan cepat, tidak saja dari pemerintah kota tetapi juga instansi pemerintah pusat melalui lembaga teknis yang ada di Papua dalam hal ini Balai Wilayah Sungai dan Balai Wilayah Jalan Papua.
“Kita akan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan Balai Wilayah Jalan, karena juga abrasi itu akan menghantam jalan nasional. Kalau tidak ditangani secara baik dalam waktu singkat ini. Itu yang kita mau rapat koordinasi dan menyampaikan kondisi eksisting yang ada dan langkah-langkah yang sudah diambil oleh pemerintah kota,”kata Noffi J.Rampi, Selasa (26/3).
Dia mengatakan penanganan abrasi di Pantai Holtekamp memang harus ditangani secara serius dan itu harus melibatkan Kementerian terkait, dalam hal ini Balai Wilayah Sungai dan Balai Wilayah Jalan, karena ancaman abrasi itu sudah mengarah ke jalan nasional Holtekamp.
Karena itu, pihaknya sudah mengagendakan untuk rapat koordinasi bersama dengan Balai Wilayah Sungai Papua, karena itu menjadi tupoksi dari instansi tersebut. Sampai saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Jayapura telah menangani abrasi Pantai Holtekamp dengan membangun bronjong sepanjang lebih dari 100 meter.
Namun penanganan yang dilakukan pihaknya itu sifatnya darurat atau sementara dan paling tinggi masa bertahan bronjong tersebut hanya sampai 2 tahun.
“Jadi bronjong itu kita gali sekitar 1 meter, baru ditanam baru di cerucut supaya dia tidak bergeser kemana-mana. Sehingga kami sudah dapat menangani, abrasi yang ada dan sudah tertangani 100 meter,” katanya.
Dia mengakui ancaman abrasi Pantai Holtekamp itu memang cukup serius. Karena saat ini kawasan pekuburan rakyat milik masyarakat Kampung Holtekamp sudah menjadi korban dan sebagiannya sudah terkikis abrasi dan hilang.
Sehingga beberapa waktu lalu Pemerintah Kampung Holtekam telah menyampaikan permohonan bantuan ke Pemerintah Kota Jayapura untuk penanganan abrasi itu. Karena itu, pihaknya melakukan penanganan cepat dengan membangun bronjong di sepanjang lebih dari 100 meter di sekitar kawasan pekuburan milik masyarakat Kampung Holtekamp itu. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Tanah Papua berkumpul di…
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…
Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…