

Dr. Yosefina M Watofa, M.Psi (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi belakangan ini di kota Jayapura menjadi sebuah ironi. Lantaran anak yang harusnya dilindungi malah jadi korban kekerasan, jumlah kasusnya cenderung meningkat.
Bahkan dari hasil berbagai penelitian juga menyebutkan, kekerasan pada anak justru dilakukan oleh orang dewasa terdekat. Pada banyak kasus, pelaku merupakan orang tua, guru, pengasuh, penegak hukum, bahkan sesama anak sendiri dapat melakukan tindak kekerasan.
Hal itu disampaikan langsung oleh Psikolog Klinis dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Uncen, Dr. Yosefina M Watofa. M.Psi kepada Cenderawasih Pos, Rabu (16/4) melalui telepon selulernya.
Yosefina mengatakan maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur saat ini, tidak terlepas dari kemajuan teknologi yang semakin cepat dan canggih, sehingga siapapun orang dapat mengakses internet tak terkecuali anak-anak.
Menurutnya, orang tua harus memiliki kepekaan dan sensitivitas terhadap gerakan anaknya dalam mengunakan handphone (HP). Hal itu ia sampaikan karena tidak semua yang muncul dari internet atau dari dalam HP itu bersifat positif tetapi banyak juga yang sifatnya negatif.
“Sebenarnya orang tua harus memiliki kepekaan atau sensitivitas terhadap terhadap keadaan ini, saat ini terhadap aktivitas apa yang dilakukan anak-anaknya di handphone. Orang tua wajib cek dan berhak untuk itu,” kata Yosefina.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…
Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…
Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…