Categories: METROPOLIS

Komoditi Ikan di Jayapura dan Biak Berpotensi Ekspor

JAYAPURA – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua, memastikan bahwa setiap lalu lintas komoditi baik masuk maupun keluar harus memiliki dokumen lengkap dan sehat.

Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua, Lutfie Nasir menyebut, komditi ikan yang berasal dari Papua banyak dikirim ke Surabaya, Jakarta dan Makassar. Khususnya kepiting dan lobster.

“Komoditi ikan kita baik di Jayapura maupun di Biak berpotensi ekspor,” kata Lutfie kepada wartawan, saat coffee morning dengan media, di Jayapura, Selasa (16/9).

Untuk itu, Lutfie mendorong agar komoditi tersebut langsung diekspor ke tempat tujuan. Tanpa melalui Makassar, Bitung atau Surabaya. “Jika dari Papua langsung diekspor ke daerah tujuan bisa menjadi triger bagi kita. Menjadi pemasukan bagi daerah juga,” ungkapnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: Awasi Pembangunan di Kawasan Rawan Bencana!

  Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…

3 hours ago

Jangan Biarkan Warga Sipil Jadi Korban Konflik

  Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…

4 hours ago

Layanan Publik Harus Tepat Waktu dan Bebas Pungli

   Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…

8 hours ago

Pemprov Bentuk Tim Aset Untuk Tangani Sengketa Tanah

  Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…

8 hours ago

Perkuat Tata Kelola Daerah, Pemprov Bentuk Tiga OPD Baru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…

15 hours ago

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

16 hours ago