Lutfie mengaku terjadi peningkatan dalam ekspor komoditi di Papua. Mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, terutama kepiting dan ikan. “Ada 10 andalan kita terutama berada di Biak, di antaranya adalah lobster dan kakap,” katanya.
Ia pun mengaku jika selama ini tidak ada temuan, semua komoditi yang dikirim dalam keadaan baik. Bahkan, sebelum dikirim akan diuji terlebih dahulu.
Sementara itu, Lutfie menyampaikan jika sejak Januari hingga September 2025, ada 12 ekor ayam dan 1,5 ton bibit bawang yang yang dimusnahkan.
“Komoditi tersebut berasal dari luar. Makassar, Manado dan Surabaya. Alasannya karena positif penyakit,” ujarnya.
Kata Lutfie, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua juga fokus terhadap penanganan wabah penyakit. Bahkan yang perlu diantisipasi yaitu PMK dan rabies, karena rabies bisa menyebar ke manusia. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Konflik di Timur Tengah yang disebabkan oleh serangan militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap…
Kapal yang dioperasikan perusahaan Safeen Prestige tersebut tiba-tiba mengalami ledakan hebat sebelum akhirnya tenggelam ke…
Penjelasan mengenai hal-hal yang membatalkan puasa Ramadan tersebut merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan…
Kejadian pada Minggu (8/3) malam itu akhirnya ramai menyedot perhatian publik. Dalam video siaran langsung…
Sejumlah titik yang terdampak adalah Kali Acai dan kawasan Pasar Youtefa, Distrik Abepura serta Organda,…
Pelaku berinisial AJW tersebut kini diamankan dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Merauke untuk…